Bisnis  

Koptan Tunas Baru Watu Mori Manggarai Timur Raup Puluhan Juta Rupiah Per Hektar Jagung

Koptan Tunas Baru Bondo Raih Omset Puluhan Juta Rupiah Per Hektar

Ketua Koptan Tunas Baru, Stanislaus Ma, menjelaskan bahwa pada musim tanam 1 tahun 2026 ini, kelompok tani tersebut menanam jagung di lahan seluas 42 hektar dengan total anggota sebanyak 42 orang. Hasil panen yang diperkirakan mencapai minimal 4 ton per hektar.

“Total demplotnya 50 hektar, tapi ada satu koptan yang mengelola 10 hektar. Hitungan terendah itu 4 ton per hektar hasilnya. Kalau harganya Rp 6.400/kg, maka hasilnya setiap petani memperoleh puluhan juta rupiah,” ujarnya.

Stanislaus juga menyampaikan harapan dari anggota Koptan Tunas Baru agar harga jagung yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 6.400/kg bisa sampai kepada para petani. Hal ini diharapkan dapat memberikan kepuasan atas usaha dan kerja keras mereka dalam membudidayakan tanaman jagung hingga panen.

Menghadapi Berbagai Kendala

Meski hasil panen cukup baik, Stanislaus mengungkapkan bahwa dalam pengelolaan, koptan masih menghadapi berbagai kendala. Pertama, keterbatasan modal untuk membeli pupuk. Kedua, kekurangan traktor bajak untuk pengelolaan tanah. Ketiga, tidak adanya alat atau mesin panen jagung, sehingga petani harus mengeluarkan biaya besar untuk menyewa tenaga kerja.

“Kendala pertama pupuk, tidak semua petani punya modal untuk membeli pupuk, sehingga kami harap pemerintah bisa bantu modal untuk beli pupuk khusus kepada anggota Koptan yang tidak punya modal. Lalu pemerintah juga harus bantu tambah traktor karena Koptan ini hanya punya satu unit traktor yang dibantu, sementara luas lahan sangat besar. Dan juga alat panen, karena selama ini kami panen masih manual, sehingga membutuhkan biaya besar sekitar 20-30 persen hasil jagung ini untuk biaya tenaga kerja,” ujarnya.

Panen Raya Jagung di Demplot Tunas Baru

Pemkab Manggarai Timur melalui Dinas Pertanian melaksanakan panen raya jagung milik Koptan Tunas Baru Bondo, Desa Watu Mori, Kecamatan Ranamese. Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Tarsisius Sjukur, Kapolres AKBP Haryanto, perwakilan Danramil, pimpinan perangkat daerah, serta undangan lainnya.

Wabup Tarsisius menyampaikan rasa bangga terhadap Koptan Tunas Baru Watu Mori. Ia menilai keberhasilan koptan ini bukan hanya karena kemauan dan kerja keras para petani, tetapi juga dukungan dari pemerintah pusat, Pemda Manggarai Timur, dan pihak Perum Bulog dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Jagung Unggulan Daerah

Menurut Wabup Tarsisius, jagung merupakan tanaman pangan unggulan daerah Kabupaten Manggarai Timur karena memiliki lahan yang ideal untuk budidaya jagung dengan hasil berkualitas. Ia meminta semua Koptan untuk memiliki kemauan sama seperti Koptan Tunas Baru. Ia berharap anggota Koptan Tunas Baru bisa berbagi ilmu kepada petani lainnya.

Garap Lahan Tidur

Wabup Tarsisius juga meminta para petani untuk menggarap lahan tidur yang selama ini dibiarkan. Jika ada kendala, para petani diminta untuk konsultasi langsung dengan petugas pertanian yang kompeten. Ia mencontohkan Koptan Tunas Baru yang berhasil meraih omset sekitar Rp 35 juta per hektar. Ia berharap harga jagung bisa dinaikkan dari Rp 6.400/kg untuk meningkatkan pendapatan ekonomi para petani.

Hasil Rata-Rata 5,6 Ton/Hektar

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur, Yohanes Sentis, menjelaskan bahwa Desa Watu Mori menjadi salah satu desa sentra pengembangan jagung. Sebanyak 50 hektar ditanami jagung dari benih unggul hibridah varietas Nusa 1 yang berasal dari APBN tahun 2025 lalu.

Hasil pengukuran BPP Ranamese dan BPS Kabupaten Manggarai Timur menunjukkan bahwa jagung yang dipanen menghasilkan kurang lebih 11 ton per hektar pipilan basah, atau setara 5,6 ton per hektar dengan kadar air 14 persen. Ini di atas rata-rata produktivitas jagung di Manggarai Timur yang sebesar 4,5 ton per hektar.

Pemerintah Tetap Perhatikan

Yohanes mengatakan pemerintah daerah tetap memperhatikan aspirasi petani seperti kekurangan traktor, pupuk, dan benih. Pemerintah akan menyampaikan keluhan tersebut kepada pemerintah pusat dengan harapan bisa dijawab.

“


Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?