Bank Sampah Kenanga Palembang Terus Berkontribusi dalam Perekonomian Masyarakat
Bank Sampah Kenanga di Palembang telah menjadi salah satu inisiatif yang terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sejak berdiri pada tahun 2022 lalu. Salah satu program utama dari bank sampah ini adalah mengajak para ibu rumah tangga untuk memanfaatkan sampah yang ada di rumah mereka sebagai sumber penghasilan tambahan.
Para anggota Bank Sampah Kenanga rutin menabung sampah yang sudah dipilah, seperti plastik, kardus bekas, dan minyak jelantah. Sampah-sampah ini kemudian diolah menjadi berbagai produk kerajinan tangan, seperti bahan kertas, atau bahkan dijual kembali kepada pengepul. Minyak jelantah juga diolah menjadi lilin dan sabun yang memiliki nilai jual tinggi.
Ketua Bank Sampah Kenanga, Nyimas Eli, menyebutkan bahwa jumlah anggotanya saat ini mencapai ratusan orang. Ia juga mengatakan bahwa keberadaan dan konsistensi Bank Sampah Kenanga mendapat apresiasi dari Pegadaian Palembang. Sebagai bentuk apresiasi, Pegadaian Kanwil Palembang memberikan bingkisan Lebaran kepada 17 pengurus bank sampah di tiga wilayah, yaitu Palembang, Jambi, dan Lampung.
Di Palembang, bingkisan tersebut disalurkan kepada enam pengurus bank sampah yang berada di wilayah Palembang, Bangka Belitung, dan Baturaja. Bingkisan Ramadannya berupa jajanan lebaran, minuman, makanan kaleng, dan permen yang diberikan sebagai bentuk apresiasi dan semangat agar pengurus tetap konsisten menjalankan programnya.
Eli menyampaikan terima kasih atas dukungan tersebut karena sangat bermanfaat dan memotivasi anggota untuk terus menjaga eksistensi Bank Sampah Kenanga. Setiap Jumat, anggota menyetor sampah non organik seperti botol, koran bekas, kardus, kaleng, dan minyak jelantah. Sampah-sampah ini kemudian diolah kembali menjadi produk kerajinan atau dijual ulang ke pengepul.
Hasil dari sampah yang dibawa anggota tersebut juga ditabung sebagai tabungan emas dan tabungan koperasi. Tabungan emas bisa digunakan sebagai investasi, sedangkan tabungan koperasi dapat ditarik kapan saja oleh anggota untuk memenuhi kebutuhan harian.
CSR bingkisan Ramadan yang diterima berupa jajanan lebaran, minuman, makanan kaleng, dan permen yang diberikan ke pengurus sebagai apresiasi dan penyemangat agar pengurus tetap semangat menjalankan programnya. Eli mengungkapkan rasa terima kasih atas bingkisan tersebut.
Bank Sampah Membantu Perekonomian Nasabah
Keberadaan Bank Sampah Kenanga membantu meningkatkan perekonomian nasabahnya. Setiap minggu, nasabah dapat mengumpulkan pundi-pundi rupiah dari sampah yang berhasil dikumpulkan. Setiap Jumat, terkumpul sekitar 200-400 kg sampah yang kemudian ditimbang dan dihargai sesuai harga pasar saat itu.
Sebagian dari sampah tersebut diolah oleh anggota Bank Sampah Kenanga menjadi produk kerajinan, lilin aroma terapi, dan sabun. Hasil karya ini nanti akan kembali ke anggota, sehingga mereka semangat membuat kerajinan untuk dipasarkan.
Meskipun produksi masih terbatas dan belum massal, produk yang dibuat tetap memiliki nilai jual. Produk handmade ini membutuhkan ketelitian dan keterampilan khusus serta dikerjakan secara manual satu per satu, sehingga setiap produk tidak akan sama satu sama lain.
Eli mengatakan bahwa meskipun Bank Sampah Kenanga belum bisa menjadi mata pencaharian utama, namun setidaknya bisa menyokong ekonomi keluarga. Uang hasil mengumpulkan dan mendaur ulang sampah digunakan untuk ongkos anak sekolah atau biaya jajan anak sekolah.












