Perajin Tas Anyaman Sragen Menembus Pasar Internasional
Nur Handayani, seorang perajin tas anyaman dari Sragen, berhasil menembus pasar internasional hingga Jepang, Korea, dan tujuh negara lainnya. Produk yang dihasilkannya sangat beragam, termasuk tas, sepatu, dan sandal anyaman unik. Salah satu produk yang diminati oleh pasar Korea Selatan adalah tas jali-jali.
Usaha ini dimulai pada tahun 2000, dengan ekspor pertama ke Belanda. Kini, pesanan dari Jepang mencapai 4.000 tas per bulan, dengan konsep ramah lingkungan yang menjadi salah satu daya tarik utama produk ini.
Di Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Nur Handayani sedang fokus menganyam tas berwarna biru di kediamannya. Dalam waktu singkat, tas kecil yang akan dikirim ke Jepang itu hampir rampung, berkat keahlian tangan perempuan dua anak ini. Di rumah produksinya, Nur tidak bekerja sendiri. Dua karyawan lain membantu, satu memotong tali strapping dan satu lagi memilah bahan.
Ruangan penuh dengan tas anyaman beragam warna dan bentuk yang siap dikirim, menunjukkan usaha kreatif ini telah berkembang pesat. Nur Handayani memperlihatkan koleksi tas anyaman miliknya yang unik. Beberapa tas memadukan tali strapping dengan bahan kulit, ada yang dibuat seperti rajutan hitam-putih, serta tas coklat-hitam dengan motif persegi panjang—pesanan khusus dari Australia.
Tidak hanya tas, Nur juga membuat sepatu dan sandal dengan kombinasi anyaman tali strapping, menghasilkan produk unik yang menarik pasar ekspor. Ibu dua anak ini memulai usaha tas anyaman bernama Bandar Azalea sejak tahun 2000. Dari awal merintis di rumah, kini karyanya menembus pasar internasional seperti Korea Selatan, Jepang, Belanda, Australia, Singapura, dan Turki.
Awal Masuk Pasar Ekspor
Nur bercerita, awalnya ada teman yang mengajaknya mengekspor produk anyamannya. Awalnya tahu-tahu ada teman datang, ngajak untuk diekspor, awalnya Belanda tidak mau, karena katanya susah buang limbahnya, diekspor bareng produk rotan untuk memenuhi kuota, itu nyoba tas anyaman. Sejak 2016 atau 2017, tas anyaman Nur mulai diekspor ke Belanda. Kini pasar utama adalah Jepang, dengan pesanan mencapai tujuh kota.
Produk Anyaman Ramah Lingkungan
“Kalau di Tokyo ada aktivis perlindungan orang utan, kalau beli tas saya satu, nanti ditanam 1 pohon untuk reboisasi, jadi aktivis di Tokyo,” jelas Nur, menunjukkan nilai tambah produk anyaman lokal ini di pasar internasional. Tas anyaman yang paling diminati Korea Selatan adalah tas jali-jali, dengan minimal pengiriman per bulan 300 tas, sementara ke Nagoya, Jepang mencapai 4.000 tas per bulan.
Ekspor ke Jepang sudah lama, sebelum corona tahun 2019. Ke Turki pernah tapi tidak banyak, sekarang yang rutin itu Jepang, Korea, Hongkong rutin tiap minggu ada.












