Bisnis  

Masa depan tol Getaci semakin gelap, investor tak ingin nasibnya seperti 21 jalan tol ini

Masa Depan Proyek Tol Getaci yang Masih Tidak Jelas

Proyek Tol Getaci, yang direncanakan akan membentang sepanjang 206,65 kilometer dari Kota Bandung hingga Cilacap (Jawa Tengah), kini semakin memperlihatkan ketidakpastian. Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai pelaksanaan lelang ulang proyek tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa proses pengembangan jalan tol ini masih berada di tengah-tengah tantangan.

Menurut pernyataan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dalam keterangannya kepada awak media pada Jumat, 10 April 2026, proyek jalan tol pertama yang menghubungkan wilayah Priangan Timur ini masih sepi peminat atau calon investor. Menurut Dody, minimnya minat dari investor disebabkan oleh proyeksi lalulintas kendaraan yang dinilai rendah.

Sebagai akibatnya, calon investor cenderung meragukan untuk terlibat dalam proyek Tol Getaci. Mereka khawatir nasibnya akan sama seperti 21 jalan tol yang sudah beroperasi saat ini, namun ruas jalan tol tersebut dinilai masih sepi penggunanya.

Volume Lalulintas yang Masih Rendah

Dody menyampaikan bahwa 21 jalan tol tersebut memiliki realisasi volume lalulintas hingga tahun 2024 yang masih di bawah 50 persen dari Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT). Hal ini menjadi salah satu alasan utama mengapa para investor enggan untuk terlibat dalam proyek-proyek serupa.

Selain itu, pembangunan Tol Getaci di wilayah Priangan Timur juga dianggap berat karena kontur geografis yang berbukit-bukit. Investor harus bersiap menghadapi tantangan ekstra keras dalam proses konstruksi.

Potensi Masalah Konstruksi di Tahap 1

Salah satu potensi permasalahan konstruksi yang serius adalah ketika menerapkan desain geometrik jalan bebas hambatan pada kondisi medan Tahap 1, yaitu dari Gedebage hingga Tasikmalaya. Di tahap ini, pembangunan akan menghadapi struktur geologi yang rumit dengan banyaknya batuan gunung yang rawan amblas serta longsor. Hal ini memerlukan penanganan khusus selama proses konstruksi.

Daftar 21 Jalan Tol yang Masih Sepi Pengguna

Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI pada 24 September 2025, Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa ada 21 jalan tol yang sudah beroperasi, namun volume lalulintasnya masih di bawah 50 persen dari PPJT. Badan Pengawas Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU menjelaskan bahwa investasi pada sektor jalan tol merupakan investasi jangka panjang dengan masa pengembalian rata-rata sekitar 40 tahun.

Menurut BPJT, dengan masa pengembalian yang relatif panjang, jumlah bangkitan kendaraan di jalan tol pada awal masa operasi belum mencapai tingkat optimal, sehingga masih berpotensi terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

Berikut adalah daftar 21 jalan tol yang masih sepi penggunanya:

  • Tol Manado-Bitung, dikelola PT Jasamarga Manado Bitung
  • Tol Krian-Legundi-Bunder Manyar, dikelola PT Waskita Bumi Wira
  • Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa, dikelola PT Jasamarga Bali
  • Tol Cibitung-Cilincing, dikelola PT Cibitung Tanjung Priok Port
  • Tol Sigli-Banda Aceh, dikelola PT Hutama Karya (Persero)
  • Tol Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu, dikelola PT Hutama Karya (Persero)
  • Tol Simpang Indralaya-Muara Enim, dikelola PT Hutama Karya (Persero)
  • Tol Palembang-Indralaya, dikelola PT Hutama Karya (Persero)
  • Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Pematang Siantar-Parapat, dikelola PT Hutama Marga Waskita
  • Enam Tol Dalam Kota, dikelola PT Jakarta Toll Road Development
  • Tol Serang-Panimbang, dikelola PT Wijaya Karya Serang Panimbang
  • Tol Semarang-Demak, dikelola PT PP Semarang Demak
  • Tol Yogyakarta-Solo-NYIA Kulonprogo, dikelola PT Jasamarga Jogja Solo
  • Tol Kanci-Pejagan, dikelola PT Semesta Marga Raya
  • Tol Pejagan-Pemalang, dikelola PT Pejagan Pemalang Toll Road
  • Tol Pemalang-Batang, dikelola PT Pemalang Batang Toll Road
  • Tol Mojokerto-Kertosono, dikelola PT Marga Harjaya Infrastruktur
  • Tol Gempol-Pasuruan, dikelola PT Jasamarga Gempol Pasuruan
  • Tol SS Waru-Bandara Juanda, dikelola PT Citra Margatama Surabaya
  • Tol Serpong-Cinere, dikelola PT Cinere Serpong Jaya
  • Tol Kayu Agung-Palembang, dikelola PT Waskita Sriwijaya Tol

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?