Langkah Pemerintah untuk Memperkuat Pembiayaan UMKM
Pemerintah sedang menyiapkan langkah baru guna memperkuat pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengkaji rencana pengambilalihan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari holding Danantara. Upaya ini dilakukan agar penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dapat lebih terarah. Dalam beberapa tahun ke depan, PNM bahkan disiapkan untuk bertransformasi menjadi bank khusus UMKM.
Purbaya menjelaskan bahwa opsi pertukaran aset sempat dibahas, yakni dengan PT Geo Dipa Energi yang saat ini berada di bawah Kementerian Keuangan. Namun, skema tersebut masih dalam tahap awal pembahasan. “Tadi sudah sempat diskusi bagaimana kalau tukar dengan Geo Dipa, tapi itu masih kita bicarakan lagi. Yang jelas fokusnya bagaimana Kementerian Keuangan bisa mengambil alih PNM,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Bagi pelaku UMKM, lanjut Purbaya, rencana ini memberi harapan akses pembiayaan yang lebih terjangkau. Ia menegaskan bank UMKM yang akan dibentuk tidak akan berorientasi pada keuntungan semata. “Ini bukan profit oriented. Tidak rugi, tapi tidak gila-gilaan bunganya. Yang penting pembiayaannya berkesinambungan dan betul-betul membantu UMKM,” jelas Purbaya.

Petani beraktivitas di sekitar sumur produksi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) PT Geo Dipa Energi di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (6/9/2022). – (ANTARA/Anis Efizudin)
Ia menambahkan bank tersebut tetap akan menerapkan prinsip kehati-hatian agar dapat berkelanjutan. Pemerintah juga ingin membangun ekosistem pembiayaan yang menyeluruh, tidak sekadar menyalurkan kredit. Meski demikian, rencana pertukaran aset masih menunggu perhitungan lebih lanjut, termasuk nilai yang akan disepakati. “Nanti dilihat nilainya. Kalau barter mungkin lebih kecil, kita lihat nanti masih diskusi,” ujarnya.
Sebagai informasi, Geo Dipa selama ini bergerak di sektor energi panas bumi dan berperan dalam pengembangan energi bersih nasional. Jika rencana ini terealisasi, pemerintah memberi sinyal penguatan peran negara dalam pembiayaan UMKM, sektor yang menjadi penopang utama ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Sebelumnya, Purbaya menuturkan pihaknya tengah mengajukan usulan kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara Indonesia) untuk mengambil alih pengelolaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). PNM merupakan anak usaha dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) yang kini menjadi anggota Danantara Indonesia. “Saya sedang mengajukan ke Danantara agar PNM diserahkan kepada kami (Kementerian Keuangan). PNM Madani itu diserahkan ke kami, nanti akan kami jadikan penyalur KUR (Kredit Usaha Rakyat),” kata Purbaya di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Ia menyatakan pihaknya berencana menjadikan PNM sebagai anak usaha di salah satu special mission vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) atau Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Ia mengungkapkan, rencana akuisisi PNM tersebut diajukan sebagai salah satu solusi untuk memperlancar penyaluran KUR. Ia menyatakan, banyak laporan dari para pelaku UMKM yang kesulitan mendapatkan layanan kredit murah tersebut. Selain itu, ia juga menyoroti adanya kebutuhan biaya yang cukup tinggi dalam penyaluran KUR melalui perbankan.
“Kalau KUR yang disalurkan lewat bank-bank itu, kami membayar bunga sampai 18 persen. Uangnya hilang karena digunakan untuk membayar bunga, setiap tahun sekitar Rp 40 triliun,” ujar Purbaya. Jika KUR disalurkan melalui PNM sebagai anak usaha dari salah satu SMV Kementerian Keuangan, dana senilai Rp 40 triliun tersebut dapat dijadikan modal untuk mentransformasikan BUMN itu menjadi bank UMKM. Purbaya berharap dapat menjadikan PNM sebagai bank besar dengan modal Rp 200 triliun dalam kurun waktu lima tahun.
“Jadi, anggaran yang kami keluarkan tidak bertambah, tetap Rp 40 triliun setiap tahun, tetapi dana tersebut dipinjamkan sebagai dana bergulir dengan bunga murah. Jadi, Rp 40 triliun itu tidak hilang,” jelasnya.
Selain bank khusus, Purbaya menyatakan pihaknya juga akan membangun ekosistem pengembangan UMKM terintegrasi yang dilengkapi dengan tim penasihat, tim pemasaran, fasilitas pelatihan, hingga lembaga penjamin kredit. Ia menuturkan, usulan tersebut juga telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto dan mendapatkan sinyal dukungan. Meskipun demikian, pihaknya tetap akan mematangkan rencana tersebut dan berdiskusi dengan Danantara untuk mencari jalan terbaik.
“Kalau didukung oleh Komisi XI, kami akan mengeksekusi rencana pengambilalihan PNM tersebut. Kami sudah melapor kepada Presiden, dan beliau menyampaikan bahwa jika rencana tersebut baik, silakan dijalankan. Namun, kami masih berunding dengan Danantara. Mohon dukungannya dari Komisi XI DPR RI,” kata Purbaya.

Ilustrasi pemberdayaan PNM. – (PNM)
Namun, lanjut dia, jika Danantara mampu membangun sendiri ekosistem pengembangan UMKM terintegrasi seperti rancangan tersebut, Kementerian Keuangan tidak akan mengambil alih PNM. “Nanti kami akan menindaklanjuti hal tersebut. Jika dapat direalisasikan oleh Danantara, silakan dijalankan. Namun, jika tidak, kami akan mengambil alih PNM. Jika jadi diambil alih, kami akan melaporkannya ke Komisi XI untuk mendapatkan persetujuan,” imbuh Purbaya.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung rencana Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk menjadikan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebagai bank UMKM, selama langkah tersebut berdampak positif bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Sebagai informasi, PNM merupakan anak usaha dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) yang kini menjadi anggota Danantara Indonesia.
“Intinya kita mendukung saja. Kalau memang itu dirasa bisa lebih langsung untuk dirasakan manfaatnya untuk masyarakat, kita mendukung saja,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menjawab pertanyaan wartawan usai acara Outlook Indonesia di Jakarta, Selasa (7/4/2026). Friderica atau akrab disapa Kiki juga menegaskan bahwa peran OJK tetap pada aspek pengaturan dan pengawasan terhadap lembaga jasa keuangan, termasuk PNM yang selama ini berada dalam lingkup pengawasannya.
Pengawasan tersebut mencakup aspek prudensial guna memastikan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, sehingga operasional lembaga tetap sehat dan terjaga. Selain itu, OJK turut mengawasi aspek market conduct, mengingat PNM berhubungan langsung dengan masyarakat, termasuk dalam hal pelindungan konsumen.
“OJK mendukung, men-support dalam hal pengawasan supaya lembaga-lembaga jasa keuangan termasuk dalam hal ini PNM bisa bekerja sesuai dengan ketentuan peraturan yang ada dan sebagainya,” kata Kiki.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”












