Jakartatalks.com – Presiden Donald Trump memperingatkan China akan dikenakan tarif tambahan sebesar 50% jika mereka tetap memberlakukan tarif impor sebesar 34% untuk produk Amerika. Trump menyatakan bahwa negara mana pun yang membalas tarif AS akan segera dikenakan tarif baru dan lebih tinggi dari sebelumnya.
Trump mengumumkan tarif resiprokal untuk impor dari sekitar 90 negara pada 2 April, menambah pajak global sebesar 10%. Dia mengatakan hal tersebut diperlukan untuk mengatasi ketidakseimbangan perdagangan antara AS dan negara lain, termasuk China dan Uni Eropa.
China merespons pengenaan tarif AS dengan mengumumkan akan menambahkan tarif 34% untuk semua produk AS. Jika rencana ini dilaksanakan, tarif AS untuk impor dari China akan mencapai 104%. Hal ini akan berdampak pada biaya yang lebih tinggi bagi konsumen Amerika.
Trump juga berencana untuk memulai negosiasi dengan negara lain. Namun, perang dagang yang lebih besar dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan bahkan memicu resesi. Wall Street pun khawatir dengan dinamika ini dan mengingatkan bahwa konflik tersebut dapat meningkatkan inflasi dan biaya bagi konsumen Amerika.












