Bisnis  

Soultan Island, Perumahan Mewah di Bekasi yang Ludes Terjual Sebelum Rilis



JAKARTA, Keberhasilan pengembangan sebuah township atau kota terpadu tidak hanya diukur dari jumlah rumah yang dibangun, melainkan kemampuannya untuk menciptakan segmen pasar baru dengan nilai properti tertinggi.

Peluncuran Soultan Island adalah contoh dari strategi value creation ini di Summarecon Bekasi. Soultan Island diperkenalkan sebagai klaster super premium yang didesain khusus untuk memenuhi permintaan segmen pasar terbatas (niche) yang mencari privasi dan kualitas tertinggi. Klaster ini memanfaatkan lanskap hijau dan danau di tengah hiruk-pikuk kota. Perancangan diserahkan kepada Thomas B Elliot, arsitek kelas dunia yang dikenal dengan filosofi architecture as a legacy.

Antusiasme pasar terhadap klaster ini menunjukkan adanya daya beli kuat dan kepercayaan masyarakat terhadap brand value Summarecon di Bekasi, yang kini mampu bersaing dengan kawasan premium lain, seperti BSD City, Pondok Indah, dan Kebayoran Baru.

Strategi Value Creation

Executive Director Summarecon Bekasi Magdalena Juliati, mengungkapkan, konsumen antusias bahkan sebelum produk ini resmi dirilis. “Saat kami masih melakukan pengukuran, atau pemetaan di lapangan dan baru pemasangan hoarding (pagar proyek), konsumen bertanya-tanya, ini proyek apa? Pertanyaan itu terus muncul, hingga kemudian kami mengakomodasinya dengan membuat daftar inquiries,” tutur Magdalena menjawab.

Sejak soft launching pada 23 Juli 2025, Soultan Island telah mencatatkan nilai penjualan hingga Rp 260 miliar. Penjualan tersebut termasuk unit rumah termahal senilai Rp 29,5 miliar, menandai sebuah tonggak penting bahwa kawasan Bekasi kini memiliki daya tarik di segmen harga super-premium.

Dari total 15 unit yang terjual, Head of Marketing Summarecon Bekasi Phan Panlim, mengatakan, 90 persen di antaranya merupakan end user. “Mereka konsumen dengan motif end user, sisanya investor. Profil konsumen merupakan pengusaha dengan bisnis di Bekasi, atau Kawasan Industri Cikarang, ada juga pengusaha yang berdomisili di Jakarta Selatan,” cetus Panlim.

Strategi Premium Experience

Untuk mempertahankan eksklusivitas, pengembang menerapkan strategi layanan berbeda dari sebelumnya, seperti pembukaan show houses yang ketat. “Kunjungan ke show houses diwajibkan melalui reservasi,” imbuh Panlim. Sistem ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari pendekatan premium Soultan Island untuk menghadirkan layanan yang personal, tertata, dan eksklusif bagi setiap tamu, sekaligus menjaga privasi dan kualitas pengalaman.

CEO Leads Property Indonesia, Hendra Hartono, menilai strategi ini merupakan kelebihan Summarecon dalam meyakinkan end user untuk membeli rumah dibandingkan dengan investor semata. “Hal ini karena kepercayaan yang tinggi terhadap reputasi dan kualitas produk serta komitmen Summarecon dalam menyediakan sarana dan prasarana yang menunjang penghuni township,” ujar Hendra.

Mafhum jika Hendra berpandangan Summarecon Bekasi bukan sekadar perumahan, melainkan contoh studi kasus yang menonjol dalam pengembangan kota terpadu di Indonesia.

Berkelanjutan

Berdiri selama 15 tahun, kawasan ini telah bertransformasi menjadi acuan masyarakat di Timur Jakarta, melalui perencanaan terpadu (integrated planning) yang sistematis dan berkelanjutan. Filosofi inti township development sebagaimana dikatakan Magdalena adalah menciptakan sebuah ekosistem mandiri.

Summarecon Bekasi diklaim berhasil mencapainya dengan mengintegrasikan tiga elemen kunci, aksesibilitas, fasilitas, dan pengembangan berbasis Transit Oriented Development (TOD). Magdalena menjelaskan, lokasi yang strategis di jantung Bekasi dan kemudahan akses ke infrastruktur transportasi adalah kunci.

Soultan Island pun dirancang hanya berjarak 5 menit dari Gerbang Tol Jakarta Cikampek dan Becakayu, serta berdekatan dengan Stasiun LRT Bekasi Barat dan KRL Bekasi. Kehadiran Summarecon Mall Bekasi, Bekasi CBD & La Spezia, hingga institusi pendidikan unggulan dan rumah sakit modern, menciptakan gaya hidup praktis, sehingga penghuni tidak perlu keluar kota untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, pengembang juga turut berpartisipasi dalam pengembangan TOD Bekasi Barat, sebuah konsep urbanisme yang mengombinasikan hunian, area komersial, dan transportasi publik. Langkah ini tidak hanya meningkatkan mobilitas yang efisien dan ramah lingkungan, tetapi juga secara langsung mendorong kenaikan nilai properti di sekitarnya.

“Komitmen pengembang dalam menghadirkan aksesibilitas, infrastruktur, dan fasilitas lengkap ini adalah kunci utama yang menjadikan kawasan ini bernilai tinggi,” tuntas Magdalena.

Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?