Gempa Bumi di Priangan Jawa Barat Mengguncang Wilayah Tasikmalaya dan Pangandaran
Pada Senin (15/12/2025), wilayah Priangan Jawa Barat kembali diguncang oleh gempa bumi. Kali ini, gempa terjadi di sekitar Tasikmalaya dan Pangandaran, dengan pusat gempa berada di laut. BMKG Wilayah II melaporkan beberapa peristiwa gempa dalam waktu yang berdekatan.
Gempa di Tasikmalaya
Gempa pertama terjadi pada pukul 21.02 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,6. Pusat gempa berada di laut, 77 km Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Titik pusat gempa berada pada kedalaman 49 km. Informasi tersebut disampaikan oleh BMKG Wilayah II melalui akun X @bmkgwilayah2.
Gempa di Pangandaran
Sebelumnya, gempa juga mengguncang Pangandaran pada malam hari. Gempa terjadi pada pukul 19.08 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,7. Pusat gempa berada di laut, 80 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Meskipun lokasi pusat gempa ditunjukkan sebagai daerah Pangandaran, titik gempa tampak berada di Selatan Kabupaten Tasikmalaya. Kedalaman gempa mencapai 13 km.
Selain itu, gempa bumi juga terjadi pada sore hari sekitar pukul 15.28 WIB dengan kekuatan Magnitudo 3,3. Pusat gempa berada di laut, 65 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran. Titik pusat gempa menunjukkan posisi yang hampir sama dengan lokasi sebelumnya, yaitu di Selatan Tasikmalaya. Kedalaman gempa mencapai 27 km.
Skala Gempa dan Tingkat Dampak
Berdasarkan skala MMI (Modified Mercalli Intensity) yang dikutip dari laman BMKG, berikut penjelasan tingkat dampak gempa:
- I MMI: Getaran tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.
- II MMI: Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan bergoyang.
- III MMI: Getaran terasa nyata dalam rumah.
- IV MMI: Dirasakan oleh banyak orang, gerabah pecah, jendela bergoyang.
- V MMI: Dirasakan oleh hampir semua orang, barang-barang terpelanting.
- VI MMI: Dirasakan oleh semua orang, plester dinding jatuh.
- VII MMI: Semua orang keluar, kerusakan ringan pada bangunan.
- VIII MMI: Kerusakan ringan pada bangunan kuat.
- IX MMI: Kerusakan pada bangunan kuat, pipi-pipi dalam rumah putus.
- X MMI: Bangunan kayu rusak, tanah terbelah.
- XI MMI: Bangunan sedikit yang masih berdiri.
- XII MMI: Hancur total, gelombang tampak di permukaan tanah.
Tindakan Saat Gempa Terjadi
Saat gempa terjadi, penting untuk tetap tenang dan mengambil langkah-langkah keselamatan:
-
Tetap tenang
Jangan panik, tarik napas dalam-dalam dan cari tempat aman untuk berlindung. -
Di dalam rumah
Berlindung di bawah meja, lindungi kepala dengan bantal atau helm. -
Di luar ruangan
Jauhi gedung dan tiang, menuju area terbuka. Jangan melakukan apapun setelah gempa pertama. -
Di kerumunan
Ikuti arahan petugas penyelamat dan segera menuju tangga darurat. -
Di gunung atau dataran tinggi
Menuju area lapang, hindari lereng karena risiko longsor tinggi. -
Di laut
Jika gempa bawah laut, segera bergerak ke dataran tinggi untuk menghindari tsunami. -
Di dalam kendaraan
Pegang erat agar tidak terjatuh, berhenti di tempat lapang.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”












