Bisnis  

Insiden Kapal Tenggelam di Indonesia 2025: Dua Kapal Wisata Karam Akibat Cuaca Ekstrem

Ringkasan Kejadian Kapal Tenggelam di Indonesia Tahun 2025

Pada tahun 2025, terjadi beberapa insiden kapal tenggelam yang menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat. Insiden ini terjadi di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Selat Bali hingga Laboan Bajo, NTT. Berikut adalah ringkasan kejadian-kejadian tersebut:

1. KM Rajawali Perkasa 103 Tenggelam di Perairan Pulau Suanggi

Pada Senin (3/2/2025), sebuah kapal ikan bernama KM Rajawali Perkasa 103 tenggelam di Perairan Pulau Suanggi, Laut Banda. Kapal ini berlayar dari Ambon menuju Larat, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku. Namun, kapal dihantam gelombang tinggi dan tenggelam sekitar pukul 03.00 WIT.

Beruntung, seluruh penumpang dalam keadaan selamat. Seorang korban mencoba mencari sinyal telepon di menara di pulau tersebut dan berhasil menghubungi agen kapal. Laporan kemudian diteruskan ke Basarnas Ambon, yang segera mengerahkan Pos SAR Banda dan unsur potensi SAR lainnya menggunakan Rigid Inflatable Boat menuju Pulau Suanggi.

Tim SAR Gabungan tiba di Pulau Suanggi sekitar pukul 15.40 WIT dan langsung mengevakuasi seluruh korban yang berlindung di tebing karang. Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan saat ini berada di Pulau Banda untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

2. KM Fitri 09 Tenggelam di Selat Makassar

Kapal Motor (KM) Fitri 09 membawa 15 orang mengalami kecelakaan dan tenggelam di perairan Selat Makassar, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi seluruh korban pada Kamis (13/2/2025) malam.

Menurut laporan dari TribunPalu.com, Kepala Subseksi Operasi dan Siaga SAR, Rusmadi, menjelaskan bahwa operasi pencarian dilakukan setelah laporan kecelakaan diterima. Saat itu, Tim SAR Gabungan bergerak menuju TB Anugerah Lautan, kapal yang lebih dulu menemukan korban, pada pukul 18.30 WITA.

Empat korban yang membutuhkan penanganan medis dievakuasi menggunakan rubber boat Basarnas, sementara sembilan korban dibawa menggunakan speedboat milik Syahbandar Tolitoli, dan dua korban lainnya dievakuasi dengan RIB Lanal Tolitoli. Seluruh korban berhasil diselamatkan tanpa korban jiwa.

3. KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali

Beberapa bulan kemudian, tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya terjadi pada Rabu (2/7/2025), di Selat Bali. Pencarian korban oleh Tim SAR gabungan berhasil menemukan titik lokasi yang diduga bangkai kapal pada pencarian hari ketiga atau Sabtu (5/7/2025) ditemukan.

Benda diduga bangkai KMP Tunu Pratama Jaya itu ditemukan sekitar 1-2 nautical miles ke arah utara dari titik awal tempat kapal tenggelam. Adapun lokasinya berada di kedalaman antara 40-50 meter dari permukaan laut.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis hasil investigasi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya dalam rapat bersama Komisi V DPR RI di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Selasa (22/7/2025). Dalam laporan tersebut, KNKT menyebutkan bahwa proses pemuatan kendaraan tidak dilakukan secara benar, sehingga menyebabkan kemiringan kapal dan akhirnya tenggelam.

Dikutip dari TribunJatim.com, korban KMP Tunu Pratama Jaya tercatat selamat sebanyak 30 orang. Sementara korban meninggal 19 orang, kemudian sejumlah korban belum ditemukan.

4. Kapal Wisata KM Putri Sakinah Tenggelam



Pada bulan Desember ini, kapal wisata pinisi KM Putri Sakinah tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, NTT pada Jumat (26/12/2026). Dalam insiden tersebut, kapal membawa 11 orang. Dari total korban di kapal, tujuh di antaranya berhasil diselamatkan, sementara 3 wisatawan asal Spanyol masih hilang, dan satu lainnya ditemukan meninggal dunia.

Insiden ini terjadi akibat gelombang laut tinggi karena cuaca dan kegagalan mesin kapal. Imbas insiden tersebut, toritas sementara membekukan izin berlayar kapal wisata ke Padar dan Komodo demi keselamatan.

5. Kapal Wisata Sharandy of The Seas Tenggelam

Hanya berselang satu hari, insiden kapal wisata tenggelam kembali terjadi. Kali ini, terjadi di perairan Serangan, Denpasar Selatan, Bali pada Sabtu (27/12/2025), sekitar pukul 10.30 WITA. Beruntung, seluruh kru dan teknisi di kapal berhasil selamat, sehingga tidak ada korban jiwa.

Penyebab utama kapal tenggelam, yakni cuaca buruk berupa angin kencang dan hujan lebat. Saat kejadian, kapal sedang lego jangkar dan dalam proses perbaikan oleh teknisi.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?