Bisnis  

Petani Berbondong-bondong Beli Pupuk Subsidi di Awal 2026

Hari Pertama Tahun 2026: Penyaluran Pupuk Bersubsidi Berjalan Lancar

Pada hari pertama tahun 2026, penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani berjalan dengan lancar. Sejak pukul 00.00 waktu setempat pada 1 Januari 2026 hingga pukul 00.30 WIB, tercatat sebanyak 208 transaksi penebusan pupuk bersubsidi yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan wujud nyata dari komitmen perusahaan dalam menjaga ketersediaan pupuk bagi petani. Ia menegaskan bahwa Pupuk Indonesia menjalankan tugas pemerintah untuk memastikan pupuk bersubsidi tersedia dan dapat diakses oleh petani, bahkan sejak detik pertama pergantian tahun. Upaya ini menjadi bagian dari transformasi industri pupuk untuk mendukung swasembada pangan.

Kesiapan Sistem Distribusi Pupuk Subsidi

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Andi Nur Alamsyah, menyebutkan bahwa penebusan pupuk bersubsidi tahun 2026 langsung berjalan sejak detik pertama pembukaan. Ia menjelaskan bahwa ratusan transaksi penebusan pupuk subsidi oleh petani di berbagai daerah terdiri dari transaksi melalui iPubers (KTP) dan menggunakan kartu tani. Fakta ini menegaskan bahwa sistem penyaluran pupuk subsidi telah siap dan berfungsi sejak awal tahun.

Menurut Andi, penebusan pupuk subsidi dilakukan sesuai dengan ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah, sekaligus menunjukkan kesiapan sistem distribusi di lapangan sejak awal tahun.



Pekerja mengangkut pupuk di gudang Lini III Pupuk Indonesia, Awipari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (22/9/2025). Pupuk Indonesia memastikan stok pupuk bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan petani pada musim tanam tahun 2025 secara nasional dalam kondisi aman dengan ketersedian stok pupuk jenis Urea, NPK Form biasa, NPK Kakao, ZA, dan Organik mencapai 1.496.877 ton. – (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Antusiasme Petani dalam Menebus Pupuk Bersubsidi

Petani di berbagai daerah di Indonesia pun mengapresiasi upaya Pupuk Indonesia dalam mempermudah penebusan pupuk bersubsidi sejak malam pergantian tahun. Suhaeri, petani asal Kabupaten Jember, tercatat sebagai petani yang pertama kali menebus pupuk bersubsidi pada 1 Januari 2026.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah mendengar informasi langsung dari Pemerintah bahwa pupuk bersubsidi dapat ditebus pada malam pergantian tahun. Selain itu, tempat tinggalnya berdekatan dengan kios resmi, sehingga ia ingin menggunakan pupuk di awal tahun 2026.

“Dari jauh-jauh hari, saya mendapatkan info bahwa pada jam 00.00 WIB, diawal tahun bisa melaksanakan penebusan pupuk, berhubung kios UD Aneka dekat rumah saya, jadi saya mencoba menebus, dan ternyata alhamdulillah berhasil. Per 1 Januari 2026 saya berhasil menebus pupuk urea dan NPK Phonska di UD Aneka di jam 00.01 lewat 34 detik dengan aplikasi i-Pubers. (Penebusannya) cukup pakai KTP dan bayar dengan tunai, alhamdulillah penebusan mudah dan lancar. Terima kasih kepada Pemerintah, Kementerian Pertanian dan Pupuk Indonesia,” kata Suhaeri.



Ilustrasi para petani memanen padi secara tradisional di sawah yang mereka garap, di lingkungan di Desa Boto, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, pada masa panen raya padi Februari 2023 lalu. Dispertanikap Kabupaten Semarang melakukan antisipasi dalam menjaga produktifitas pertanian di tengah prediksi El Nino lemah yang berpeluang terjadi pada pertengahan tahun ini. – (/Bowo Pribadi)

Respons Positif dari Petani di Berbagai Wilayah

Penebusan pupuk bersubsidi pada malam pergantian tahun pun mendapat antusias tinggi dari para petani terdaftar. Seperti yang dilakukan oleh Sarino, petani asal Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, yang mengaku sangat terbantu karena dapat menebus pupuk subsidi di titik serah sejak 1 Januari pukul 00 di titik serah. “Kami sangat senang karena dapat menebus pupuk bersubsidi pada 1 Januari 2026 dengan mudah,” ujar Sarino.

Di wilayah timur Indonesia, Fahchur Hamid, petani asal Telaga Sari, Kabupaten Merauke, juga menyampaikan apresiasi atas kelancaran proses penebusan. “Alhamdulilah, penebusan perdana 1 Januari 2026 berjalan lancar dan tidak ada kendala,” ujarnya.

Sahrul, petani asal Cakranegara, Nusa Tenggara Barat (NTB), juga menyambut positif penyediaan pupuk bersubsidi sejak awal tahun 2026. “Alhamdulillah, pada hari ini tanggal 1 Januari 2026, kita telah bisa menebus pupuk bersubsidi di kios, terima kasih kepada Pemerintah dan Menteri Pertanian yang telah menyediakan pupuk bagi petani,” katanya.

Kesiapan Stok dan Sistem Digital

Pupuk Indonesia terus memastikan kesiapan stok dan distribusi guna mendukung kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di awal tahun, sehingga petani tetap dapat memperoleh pupuk tepat waktu. Per 1 Januari 2026, total stok pupuk baik subsidi maupun nonsubsidi nasional mencapai 1,04 juta ton dan siap disalurkan melalui jaringan infrastruktur distribusi fisik berupa ratusan gudang, rute kapal laut, serta jalur darat untuk menjangkau seluruh titik serah.

Selain kesiapan stok, sistem digital Command Center dan aplikasi i-Pubers juga memastikan proses penyaluran dan penebusan pupuk bersubsidi tetap berjalan real-time, lancar, dan akuntabel, termasuk pada saat pergantian tahun, serta sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Dukungan dari Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025

Rahmad Pribadi menyatakan bahwa keberhasilan penyaluran pupuk bersubsidi dengan tepat waktu di awal 2026 ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025. Kebijakan ini memberikan kepastian penyaluran pupuk sejak awal tahun. Pupuk Indonesia akan terus menjalankan peran sesuai mandat untuk mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Melalui aturan Perpres 113 Tahun 2025, Pupuk Indonesia dapat melaksanakan kontrak perjanjian dengan pemerintah terkait pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi tahun anggaran 2026 sebesar 9,8 juta ton untuk sektor pertanian dan perikanan. Aturan ini juga menjadi landasan bagi Pupuk Indonesia untuk melanjutkan upaya peningkatan efisiensi industri pupuk guna menjaga keterjangkauan harga pupuk bagi petani.

Selain sektor pertanian, pupuk bersubsidi juga berhasil ditebus oleh para pembudidaya ikan yang terdaftar pada e-RPSP (elektronik Rencana Penyediaan dan Penyaluran Subsidi Pupuk) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Daftar Provinsi yang Mengirimkan Transaksi

Adapun, 208 transaksi penebusan pupuk bersubsidi tersebut berasal dari petani terdaftar asal Banten, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Papua Selatan tepatnya di Merauke.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?