Bisnis  

Jenazah Korban Banjir SBI Ditemukan Tersangkut di Batang Kopi

Warga Hanyut Akibat Banjir di Desa Sukamerindu Ditemukan Tewas

Pada Rabu (31/12/2025) pagi, warga yang sebelumnya dilaporkan hanyut akibat banjir di Hulu Sungai Balas, Desa Sukamerindu, Kecamatan Sindang Beliti Ilir, Rejang Lebong, Bengkulu, akhirnya ditemukan. Jenazah korban ditemukan oleh warga bersama personel Polsek Kota Padang saat dilakukan pencarian lanjutan di sepanjang aliran sungai.

Sayangnya, korban ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia. Kapolsek Kota Padang, Iptu M. Azhara K, S.H., membenarkan penemuan tersebut. Ia menyampaikan bahwa jenazah korban ditemukan tersangkut di batang kopi di tepi hulu Sungai Balas.

“Benar, korban hanyut sudah ditemukan. Jenazah tersangkut di batang kopi di sekitar aliran Sungai Balas,” ujar Kapolsek kepada media pada Rabu (30/12/2025) siang.

Berdasarkan informasi sementara, korban diduga hanyut saat hujan deras yang terjadi pada Selasa sore (30/12/2025). Saat itu, korban diperkirakan dalam perjalanan pulang dari kebun dan mencoba menyeberangi sungai. Namun, karena arus sungai meluap dan terjadi banjir deras, diduga tubuh korban terseret dan hanyut.

“Untuk sementara, korban diduga hanyut saat hendak pulang dari kebun dan menyeberangi sungai ketika debit air meningkat akibat hujan deras,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, identitas korban masih belum diketahui. Petugas bersama warga masih melakukan proses evakuasi jenazah. Hal ini dikarenakan lokasi penemuan berada cukup jauh dari pemukiman warga dan medan yang sulit dijangkau.

“Saat ini jenazah masih dievakuasi oleh personel dibantu warga. Lokasinya cukup jauh dari pemukiman,” tambah Kapolsek. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah rencananya akan dibawa untuk proses identifikasi lebih lanjut guna memastikan identitas korban.

Banjir Melanda Tiga Desa di Kecamatan SBI

Sebelumnya diberitakan, banjir akibat curah hujan tinggi melanda tiga desa di Kecamatan SBI, Kabupaten Rejang Lebong. Selain merendam dan merusak rumah serta barang-barang dan infrastruktur umum, banjir juga menyebabkan satu orang hanyut.

Proses pencarian dilakukan sejak Selasa malam hingga akhirnya korban ditemukan pada Rabu pagi. Banjir terjadi sekitar pukul 17.00 WIB akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut. Luapan air sungai yang disertai jebolnya tanggul membuat air masuk ke pemukiman warga dengan ketinggian mencapai sekitar satu meter lebih.

Kepala BPBD Kabupaten Rejang Lebong, M. Budianto, ST, MT, melalui Kasi Kedaruratan BPBD, Rio Agustian Pakpahan, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pihaknya langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi begitu menerima laporan dari pemerintah desa dan kecamatan.

“Tim TRC BPBD langsung turun ke lokasi bersama OPD terkait untuk melakukan pendataan dampak banjir, asesmen kerusakan, serta dokumentasi lapangan,” kata Rio.

Dalam kejadian itu, dilaporkan satu orang warga diduga hanyut saat banjir menerjang kawasan pemukiman. Hingga Rabu (31/12/2025), korban masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan yang melibatkan BPBD, aparat kecamatan, pemerintah desa, serta unsur TNI-Polri.

“Informasi sementara, ada satu warga yang dilaporkan hanyut. Saat ini masih dilakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian dan aliran sungai,” jelasnya.

Dampak Banjir pada Tiga Desa

Adapun banjir berdampak pada tiga desa, yakni Desa Belimbing I, Desa Sari Pulau, dan Desa Sukamerindu. Di Desa Belimbing I, banjir merendam rumah warga dan menyebabkan sekitar 60 kepala keluarga (KK) terdampak. Kerugian sementara ditaksir mencapai Rp 100 juta.

Sementara di Desa Sari Pulau, tercatat tiga KK terdampak banjir dengan kerugian sementara sekitar Rp 50 juta. Air masuk ke dalam rumah dan merusak sejumlah barang elektronik serta perlengkapan rumah tangga milik warga.

Sedangkan di Desa Sukamerindu, banjir berdampak pada 18 KK dan merusak lahan persawahan warga yang siap panen. Beberapa petani mengalami kerugian dengan total luasan sawah terdampak mencapai lebih dari satu hektare. Tanaman padi tersebut rencananya akan dipanen dalam waktu sekitar enam hari ke depan, sehingga kerugian sektor pertanian diperkirakan cukup besar dan masih dalam proses pendataan.

Selain merendam pemukiman dan lahan pertanian, banjir juga menyebabkan kerusakan fasilitas umum, seperti jembatan dan saluran drainase di sejumlah titik.

“Tapi ini masih data sementara, kita sekarang masih melakukan pendataan lebih lanjut,” papar Rio.

Imbauan BPBD untuk Masyarakat

BPBD Kabupaten Rejang Lebong mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama bagi masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai maupun tebing tanah, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Sesuai edaran BMKG, wilayah Rejang Lebong dan sekitarnya masih berpotensi hujan deras. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap ancaman banjir, angin kencang, dan longsor,” tutup Rio.




Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?