Hasil Laboratorium Mengungkap Jenis Solar yang Terguling di JLS Tulungagung
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah mengumumkan hasil laboratorium terkait sampel solar yang berasal dari truk tangki yang terguling di Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung, Jumat (28/11/2025). Hasil pengujian menunjukkan bahwa solar yang dibawa dalam truk tersebut adalah jenis B40 atau dikenal masyarakat sebagai Biosolar.
Meskipun demikian, BPH Migas tidak dapat memastikan apakah solar tersebut merupakan BBM bersubsidi atau bukan. Atiq Mujtaba, Analis Kebijakan Ahli Muda di Pengawasan Ketersediaan BBM Direktorat BBM BPH Migas, menjelaskan bahwa ciri fisik dari BBM bersubsidi dan nonsubsidi sama, sehingga hanya bisa diketahui melalui perolehannya.
Perbedaan antara BBM Bersubsidi dan Nonsubsidi
Solar B40 atau Biosolar tidak otomatis menjadi BBM bersubsidi. Menurut Atiq, biosolar bisa dijual ke industri dengan harga bisnis tanpa subsidi dari pemerintah. Salah satu perbedaan utama adalah dalam pengangkutan, yaitu solar nonsubsidi biasanya menggunakan tangki berwarna biru, sedangkan solar bersubsidi menggunakan tangki berwarna merah.
Hasil uji laboratorium LEMIGAS menunjukkan bahwa BBM Solar yang diangkut memenuhi spesifikasi Solar B-40 sesuai SK Dirjen Migas. Hal ini membuktikan bahwa tidak ada tindakan pemalsuan atau peniruan BBM, seperti pengoplosan, pencampuran, atau perubahan komposisi.
Asal Solar dan Perusahaan Terkait
Solar dalam truk tangki itu disebut berasal dari PT Ganani Indonesia Petroleum Energi. Perusahaan ini memiliki izin usaha niaga minyak dan gas bumi yang berlaku hingga 2029. Meski ada bukti DO (delivery order) dari PT Ganani, Atiq belum bisa memastikan asal solar dan tanggal pengambilannya.
Menurut Atiq, PT Ganani bisa membeli solar dari mana pun, termasuk dari pihak lain selain Pertamina. Sebab, Pertamina biasanya melayani pengusaha besar, sedangkan Ganani adalah perusahaan menengah. Di Indonesia, terdapat sekitar 130 perusahaan yang menjual solar, sehingga tracing ke PT Ganani diperlukan untuk mengetahui asal solar tersebut.
Angkutan Misterius dan Keterlibatan Perusahaan
Meski PT Ganani adalah perusahaan resmi, proses pengangkutan solar masih membingungkan. Solar yang disebut legal ini ternyata terguling saat diangkut oleh truk PT Barokah Putra Ibu. Perusahaan ini pernah terlibat dalam perdagangan solar subsidi secara ilegal.
Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Ryo Pradana N, menyatakan bahwa penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap perusahaan angkutan dan asal BBM. Ryo mengaku sudah memanggil pihak PT Barokah Putra Ibu, namun hingga kini belum ada respons.
Perusahaan Transporter dan Izin Usaha
Ada dua perusahaan yang terlibat dalam pengangkutan solar dari PT Ganani, yaitu PT Lancar Berkah Berlimpah dan PT Tiga Jaya Propertindo. PT Lancar Berkah Berlimpah memiliki izin usaha pengangkutan BBM hingga 24 April 2027. Sementara itu, PT Tiga Jaya Propertindo tidak memiliki izin usaha niaga minyak dan gas bumi, sehingga tidak berwenang untuk memperdagangkan BBM.
PT Lancar Berkah Berlimpah seharusnya menggunakan armada miliknya sendiri. Namun, 8.000 liter solar yang terguling diangkut menggunakan armada yang tidak terdaftar sebagai milik perusahaan ini. Hal ini membuat Satreskrim Polres Tulungagung melakukan pendalaman lebih lanjut untuk mengungkap kemungkinan pelanggaran.
Truk Tangki dan Plat Nomor Palsu
Truk tangki AG 9462 UT yang terguling di JLS Desa/Kecamatan Besuki membawa 8.000 liter solar. Truk ini belakangan diketahui menggunakan plat nomor palsu, sementara plat nomor aslinya adalah AG 9642 UT. Kendaraan ini tercatat milik PT Barokah Putra Ibu, yang beralamat di Desa Babadan, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung.
Truk tangki polos tanpa identitas perusahaan dan tanpa mencantumkan jenis muatan. PT Barokah Putra Ibu juga dikenal sebagai pemain lama yang pernah terjerat kasus penyalahgunaan solar bersubsidi. Kasusnya ditangani oleh Polres Jombang pada akhir 2024 silam setelah gudang milik perusahaan digerebek karena menyimpan solar ilegal.
Solar Ilegal dan Keberanian Sopir
Solar yang dibawa truk tangki yang terguling disebut diangkut oleh PT Lancar Berkah Berlimpah Surabaya. Solar akan dikirim ke PT KSE (Koyo Segoro Endah), sebuah perusahaan tambak udang di Kecamatan Besuki. Kesan misterius angkutan bodong, ditambah sopir yang melarikan diri setelah kejadian, menimbulkan kecurigaan jika solar yang diangkut adalah solar ilegal.












