Inovasi sebagai Kunci Keberlanjutan Bisnis Pesantren di Era Modern
Di dunia F&B, inovasi bukan hanya sekadar pilihan, melainkan keharusan. Dalam persaingan yang semakin ketat, perusahaan harus terus beradaptasi dan berkembang agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar. Mumtaz Bakery adalah salah satu contoh yang menunjukkan bagaimana inovasi bisa menjadi motor penggerak bisnis pesantren di tengah tantangan zaman modern.
Mumtaz Bakery, yang berada di bawah naungan Pondok Imam Bukhari Karanganyar, tidak hanya memenuhi ekspektasi pasar, tetapi juga mencoba mengubah stigma bahwa bisnis pesantren hanya sebatas pelengkap ekonomi. Melalui inovasi dalam berbagai aspek, seperti produk, layanan, dan teknologi, Mumtaz Bakery ingin menunjukkan bahwa pesantren bisa menjadi pelaku utama dalam dunia bisnis.
Inovasi dalam Produk dan Pelayanan
Inovasi tidak selalu berarti menghadirkan varian baru setiap 6-12 bulan. Menurut Zainul Abidin, Marketing Badan Usaha Milik Mahad Imam Bukhari, yang akrab disapa Zain, fokus utama adalah pada positioning dan pemahaman terhadap pasar. “Kami lebih fokus pada market dulu, karena apapun varian produknya selama marketnya masih ada, kami akan ambil saja disitu,” ujarnya.
Selain itu, inovasi dalam hal pelayanan pun menjadi prioritas. Zain menjelaskan bahwa kini orang lebih cenderung melihat produk secara online terlebih dahulu. Oleh karena itu, Mumtaz Bakery fokus pada visual dan layanan pelanggan yang baik. “Kami jamin CS pasti baik dimanapun berada. Namun pertanyaannya adalah ketika customer datang ke toko, sama gak dapatnya (pelayanan), harusnya sama, itulah fokus kami,” tambahnya.
Dari sisi teknologi, Mumtaz Bakery juga tidak ketinggalan. Mereka melakukan pembaharuan alat produksi tertentu untuk meminimalkan sentuhan manusia, sehingga menjaga higienitas produk. Hal ini menunjukkan komitmen mereka untuk terus berkembang sesuai standar industri.
Produk yang Disukai Konsumen
Mumtaz Bakery memiliki berbagai varian roti yang diminati oleh konsumen. Roti hajatan dan roti krumpul menjadi salah satu yang paling banyak diburu. Sementara itu, flossroll dan bolen pisang termasuk dalam kategori premium yang laris. Untuk roti reguler dengan harga hemat, seperti roti Q-Boy dan roti abon, juga laku keras.
Selain itu, Mumtaz Bakery juga menyediakan roti kering sebagai alternatif bagi para pelanggan. Produk-produk ini memberikan variasi yang cukup lengkap, sehingga mampu memenuhi berbagai preferensi konsumen.
Strategi Pemasaran dan Pengembangan Bisnis
Tidak hanya menjual produk di gerai, Mumtaz Bakery juga menitipkan produknya di warung-warung usaha kecil. Selain itu, mereka juga aktif hadir di stand Car Free Day setiap akhir pekan di Colomadu dan Solo. Layanan antar pesanan juga menjadi bagian dari strategi mereka untuk memanjakan pelanggan.
Pihak manajemen Mumtaz Bakery juga melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat sekitar, termasuk masjid yang sering mengadakan majelis ilmu. Hal ini menunjukkan komitmen mereka untuk terus berkontribusi dalam masyarakat.
Peran Urgensi Badan Usaha dalam Lembaga Pendidikan
Menurut Asa Sheila Amelia S.M M.M, dosen Prodi Manajemen di Fakultas Ekonomi Sosial dan Humaniora UMPKU Surakarta, transformasi pesantren menjadi lembaga produktif bukanlah penyimpangan nilai. Justru, ini merupakan evolusi kelembagaan yang rasional, kontekstual, dan syari.
Asa menjelaskan bahwa keterlibatan pesantren dalam aktivitas ekonomi tidak dipandang sebagai komersialisasi agama, melainkan sebagai ijtihad kelembagaan agar pesantren tetap berkelanjutan dan relevan. Ia menegaskan bahwa kemandirian finansial pesantren memiliki urgensi strategis, baik dari sisi keberlanjutan kelembagaan, otonomi pendidikan, maupun perspektif ekonomi islam.
Masa Depan Pesantren yang Berkelanjutan
Menurut Asa, idealnya pesantren di masa depan akan menjadi pusat pendidikan dan dakwah, lembaga berkelanjutan secara ekonomi, inkubator kewirausahaan, dan motor pemberdayaan ekonomi umat. Prinsip utamanya adalah profit tunduk pada nilai, bisnis mengabdi pada pendidikan, dan ekonomi menjadi jalan ibadah dalam dakwah.




Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”












