Jakartatalks.com – Warga Kanada memutuskan untuk tidak lagi membeli produk-produk dari Amerika Serikat seperti mobil, bourbon, dan daging. Mereka juga enggan untuk berlibur di negeri Paman Sam. Tindakan ini merupakan respons dari negara-negara tetangga AS terhadap ancaman aneksasi yang dilontarkan oleh Presiden Donald Trump.
Sebagai salah satu pelancong internasional teratas ke AS, warga Kanada memiliki peran penting dalam memajukan ekonomi Amerika. Namun, menurut Asosiasi Perjalanan AS, penurunan 10% dalam pengeluaran perjalanan warga Kanada dapat berdampak buruk pada ekonomi AS dengan kerugian sebesar USD2 miliar atau setara dengan Rp33 triliun. Selain itu, tindakan ini juga berpotensi menyebabkan 14.000 orang kehilangan pekerjaan.
Data dari Biro Statistik Kanada menunjukkan bahwa skenario tersebut sudah mulai terjadi. Pada bulan Februari lalu, terjadi penurunan 13% dalam perjalanan udara warga Kanada ke AS. Sementara itu, perjalanan dengan mobil juga mengalami penurunan tajam hingga 23%. Hal ini menandakan bahwa lebih sedikit warga Kanada yang melintasi perbatasan dengan kendaraan roda empat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan ini terjadi setelah Presiden Trump mengancam akan mencaplok Kanada dan menjadikannya sebagai negara bagian ke-51 Amerika jika diperlukan. “Warga Kanada tidak perlu lagi khawatir tentang ketidaknyamanan perjalanan internasional ketika mereka menjadi warga negara Amerika sebagai penduduk negara bagian ke-51 yang kita cintai ini,” ujar juru bicara Gedung Putih seperti dilansir dari Daily Mail pada Selasa (26/3/2025).
Dampak dari ancaman tersebut juga dirasakan oleh industri penerbangan. Menurut perusahaan analisis penerbangan Cirium, penurunan permintaan dari warga Kanada telah membuat maskapai penerbangan mengurangi kapasitas penerbangan ke AS sebesar rata-rata 6,1% untuk bulan April, Mei, dan Juni. Beberapa kota seperti Las Vegas dan New York juga mengalami penurunan pengunjung dari Kanada sebesar 9,4% dan 11% pada bulan lalu.
Pusat-pusat wisata yang sangat bergantung pada pengunjung Kanada, seperti Buffalo di New York dan Pantai Old Orchard di Maine, juga akan terkena dampak yang serius. Kepala Eksekutif Visit Buffalo Niagara, Patrick Kaler, mengatakan bahwa warga Kanada biasanya menyumbang 35-45% dari total pengunjung di Buffalo. Namun, lalu lintas kendaraan di empat jembatan yang menghubungkan Erie dan Niagara County mengalami penurunan 14% pada bulan lalu dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Tidak hanya itu, lalu lintas ke Visit Buffalo Niagara dari warga Kanada juga turun drastis hingga 52% sejak ancaman tarif diumumkan. Untuk mengatasi situasi ini, kota ini berencana untuk memulai kembali kampanye “Buffalo Loves Canada” pada waktu yang tepat. “Kami ingin memberi penghormatan kepada mereka dan memberitahu bahwa kami memahami situasi ini,” ujar Kaler kepada publikasi tersebut.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”












