Bisnis  

IHSG Mulai Naik Tipis, Lalu Melemah, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Pergerakan IHSG Pada Awal Perdagangan Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami kenaikan pada perdagangan hari Selasa, 11 November 2025, di sesi awal. Namun, pergerakan positif tersebut tidak bertahan lama dan akhirnya berbalik melemah.

Berdasarkan data yang dirilis oleh RTI Business pukul 09.03 WIB, IHSG naik sebesar 0,33% atau setara 27,81 poin ke level 8.419,05. Dalam situasi ini, tercatat sebanyak 245 saham menguat, 181 saham melemah, dan 218 saham lainnya stagnan di posisi sebelumnya.

Beberapa saham yang membuka perdagangan dengan kenaikan antara lain:
* PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) yang naik 3,65% ke Rp710
* PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) yang meningkat 1,54% ke Rp990
* PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) yang naik 2,73% ke Rp1.315

Selain itu, beberapa saham lainnya juga mengalami kenaikan seperti:
* PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) naik 2% ke Rp2.550
* PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) tercatat naik 1,49% ke Rp68
* PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) naik 0,69% ke Rp2.930
* PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN) naik 2,41% ke Rp3.400

Saham unggulan lainnya seperti:
* PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) naik tipis 0,51% ke Rp3.950
* PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mencatat kenaikan 2,03% ke Rp3.510
* PT Indika Energy Tbk. (INDY) naik 2,46% ke Rp2.080

Namun, pergerakan positif tersebut tidak bertahan lama. Pada pukul 09.25 WIB, data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa IHSG berbalik melemah sebesar 0,13% ke posisi 8.381.

Sehari sebelumnya, Senin (10/11), IHSG ditutup melemah tipis sebesar 0,04% ke 8.391 setelah sempat mencapai level tertinggi harian di 8.478. Kondisi pasar saat itu dinilai sudah berada di level overbought, yang membuat tekanan jual meningkat.

Tim riset Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa penguatan indeks masih terlihat dari histogram positif pada indikator MACD yang semakin meningkat. Namun, indikator Stochastic RSI menunjukkan potensi Death Cross akibat tekanan jual yang meningkat di area jenuh beli.

Dalam catatan risetnya, Phintraco memprediksi bahwa IHSG berpeluang mengalami minor pullback karena aksi ambil untung (profit taking). Meski demikian, selama indeks tetap berada di atas level 8.300–8.340, tren bullish masih berpotensi berlanjut.

Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas menilai aksi ambil untung turut menekan saham-saham berkapitalisasi besar. Meskipun demikian, sektor teknologi (IDXTECH) justru masih mencatat kenaikan sebesar 3,87% ke 10.543,39, dan sektor industri (IDXINDUST) naik 3% ke 1.764,04.

Analis memperkirakan dalam jangka pendek, IHSG akan bergerak di kisaran support 8.350 dan resistance 8.478. Pasar kini menanti rilis data penjualan ritel Indonesia untuk September 2025 yang diperkirakan memengaruhi arah pergerakan indeks selanjutnya.

Pergerakan saham selalu mengandung risiko. Keputusan investasi sebaiknya dilakukan dengan pertimbangan matang berdasarkan analisis masing-masing investor.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?