Rencana Pembangunan Strategis Kota Palu Tahun 2026–2027
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, baru-baru ini mengungkapkan rencana pembangunan strategis yang akan dijalankan pada tahun 2026 hingga 2027. Salah satu fokus utama dari rencana tersebut adalah revitalisasi kawasan pesisir dari Silae hingga penggaraman, yang direncanakan menjadi kawasan wisata baru. Tujuan dari proyek ini adalah untuk memperindah wajah Kota Palu dan meningkatkan daya tarik wisatawan serta masyarakat setempat.
Pernyataan ini disampaikan saat Wali Kota Hadianto Rasyid melakukan kunjungan silaturahmi ke Gereja Pantekosta di Indonesia (GPID) Jemaat Eben Haezer Palu, yang berlokasi di Jalan Bouraq, Kelurahan Lasoani, Kota Palu, Sulawesi Tengah pada Senin (10/11/2025). Kunjungan ini menunjukkan hubungan baik antara Pemerintah Kota Palu dengan jemaat gereja serta komunitas keagamaan di wilayah setempat.
Dalam suasana penuh keakraban, Wali Kota Hadianto Rasyid mengenang perjumpaannya dengan jemaat Eben Haezer di periode pertamanya menjabat sebagai wali kota. Ia mengungkapkan bahwa dukungan dari jemaat selama masa itu sangat berarti baginya. “Saya ingat sekali, pada periode pertama saya hadir di sini dan mendapat dukungan dari jemaat semua. Berkat doa dan dukungan tersebut, akhirnya saya mendapat amanah dari masyarakat Kota Palu,” ujar wali kota.
Wali Kota Hadianto Rasyid menegaskan bahwa keberadaannya sebagai kepala daerah bukan hanya mewakili dirinya pribadi, tetapi mewakili seluruh masyarakat Kota Palu. “Keberadaan saya bukan mewakili saya, tapi mewakili kita semua. Karena tanpa kita, saya tidak bisa berdiri di sini,” ujar wali kota.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyerahkan bantuan kepada pihak gereja sebagai bentuk dukungan dan perhatian pemerintah terhadap kegiatan keagamaan di Kota Palu. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung aktivitas spiritual dan sosial di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Wali Kota Hadianto menyampaikan rasa syukur atas berbagai capaian positif yang berhasil diraih Kota Palu sepanjang tahun 2025. Menurutnya, tahun ini merupakan tahun yang penuh perhatian dari berbagai pihak, di mana Pemerintah Kota Palu menerima sejumlah penghargaan bergengsi di tingkat nasional serta berbagai undangan dari luar daerah sebagai bentuk penghormatan atas kemajuan kota pascabencana.
“Perubahan yang terjadi di Kota Palu sangat positif. Recovery kita pascabencana 2018 berlangsung cepat dibanding wilayah lain. Hal itu yang menarik perhatian banyak pihak dari luar,” jelas wali kota.
Wali Kota juga mengapresiasi dukungan masyarakat dalam proses pembangunan daerah. Menurutnya, kebijakan pusat yang mendorong daerah untuk mandiri telah direspons dengan baik oleh Pemerintah Kota Palu melalui pengelolaan potensi lokal.
Pembiayaan pembangunan, menurut wali kota, bersumber dari masyarakat, sehingga pengelolaan keuangan daerah harus berorientasi pada kepentingan publik. “Pembiayaan pembangunan ini memang bersumber dari masyarakat, maka pembangunan harus kembali pada masyarakat,” ujar wali kota.
“Saya yakin, revitalisasi ini akan mengubah wajah kota kita. Saya ingin masyarakat Kota Palu menunjukkan perubahan yang lebih baik, karena semua yang kita bangun hari ini bukan untuk kita, tapi untuk anak-anak dan cucu-cucu kita,” tambah wali kota.
Kunjungan tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Jemaat GPID Eben Haezer menyambut kehadiran Wali Kota dengan sukacita, sebagai simbol eratnya sinergi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun Kota Palu yang lebih maju, damai, dan sejahtera.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”












