Bisnis  

Ekosistem Halal Sulsel Menjelajah Pasar Timur Tengah

Penguatan Ekosistem Halal di Sulawesi Selatan

MAKASSAR – Pembentukan ekosistem halal di Sulawesi Selatan (Sulsel) terus digiatkan untuk membuka peluang pemasaran baru bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu target utama adalah pasar kawasan Timur Tengah, yang mayoritas penduduknya beragama Islam seperti di Sulsel. Dengan demikian, berbagai produk syariah memiliki potensi besar jika keran ekspor ke negara-negara tersebut dapat dibuka secara luas.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulsel, Wahyu Purnama, menjelaskan bahwa salah satu upaya perluasan ekosistem halal dilakukan melalui pelaksanaan Bulan Ekonomi dan Keuangan Syariah (BEKS) sepanjang Oktober 2025. Melalui kegiatan ini, pihaknya telah melakukan berbagai pendampingan, antara lain:

  • Pelatihan dan sertifikasi profesi juru sembelih halal sebanyak 76 orang.
  • Pendampingan sertifikat halal untuk dua Rumah Potong Unggas (RPU) di Kabupaten Sidrap.
  • Sertifikasi profesi penyelia halal untuk juru sembelih sebanyak 3 orang.
  • Pendampingan sertifikat profesi penyelia halal bagi pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebanyak 10 orang.
  • Sertifikasi Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) kantin yang berlokasi di kantor Bank Indonesia Sulsel, SMAN 17 Makassar, dan Koperasi Kantor Gubernur Sulsel.

Langkah-langkah tersebut berhasil memperluas jangkauan ekosistem halal di wilayah ini. Saat ini, jumlah juru sembelih yang sudah memiliki keahlian sembelih halal mencapai 178 orang, RPU yang sudah bersertifikasi halal sebanyak 9 unit, serta Zona KHAS telah ada sebanyak 8 lokasi.

“Produk yang dikatakan halal bukan hanya dilihat dari bahan bakunya, tapi mulai dari proses sembelihnya dan zat-zat yang terkandung di dalamnya. Makanya untuk memastikan 100% halal, kita buat ekosistem ini mulai dari hulu ke hilir,” ujar Wahyu Purnama kepada Bisnis, Senin (10/11/2025).

Penguatan ekosistem halal dari hulu diyakini akan membuat UMKM di Sulsel lebih mudah memiliki sertifikat halal yang bisa menopang penjualan hingga ke mancanegara. Menurut Wahyu, saat ini sertifikasi halal telah menjadi persyaratan yang diminta banyak negara, bukan hanya negara-negara Islam. Apalagi di kawasan Timur Tengah, di mana negara-negara di sana mewajibkan produk yang masuk harus halal.

“UMKM kita di sini banyak yang belum bersertifikasi halal. Padahal sertifikat halal bisa membuka ekspor ke mana pun di dunia, artinya realisasi ekspor berpotensi meningkat. Makanya kita akan terus perluas jaringan ekosistem ini agar produk kita makin berkualitas,” tambah Wahyu.

Strategi Membuka Pasar Ekspor

Dalam rangka memperkuat ekosistem halal, pihak BPwBI Sulsel juga menggandeng berbagai pihak seperti lembaga sertifikasi, pengusaha, dan instansi pemerintah. Tujuannya adalah memastikan bahwa seluruh proses produksi dan distribusi produk tetap mematuhi standar halal. Hal ini tidak hanya meningkatkan kredibilitas produk, tetapi juga memberikan kepercayaan pada konsumen internasional.

Selain itu, pelatihan dan sosialisasi tentang pentingnya sertifikasi halal terus dilakukan. Dengan demikian, pelaku UMKM di Sulsel dapat memahami langkah-langkah yang perlu diambil untuk mendapatkan sertifikat halal. Langkah ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya produk halal dalam konteks ekonomi dan kepercayaan konsumen.

Tantangan dan Peluang

Meski ada tantangan dalam proses sertifikasi halal, seperti biaya dan kompleksitas administrasi, Wahyu menilai bahwa manfaatnya sangat besar. Produk yang telah bersertifikasi halal tidak hanya bisa menembus pasar domestik, tetapi juga memiliki daya saing di pasar global. Dengan adanya ekosistem halal yang kuat, UMKM di Sulsel diharapkan dapat lebih mudah mengakses pasar ekspor dan meningkatkan pendapatan mereka.

Tidak hanya itu, pembentukan ekosistem halal juga diharapkan dapat mendorong inovasi di kalangan pelaku UMKM. Dengan adanya standar yang jelas, pelaku usaha akan lebih termotivasi untuk meningkatkan kualitas produk dan memenuhi persyaratan pasar internasional. Hal ini juga akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kesimpulan

Pembentukan ekosistem halal di Sulawesi Selatan merupakan langkah strategis yang bertujuan untuk memperluas peluang pasar bagi pelaku UMKM. Dengan fokus pada penguatan dari hulu hingga hilir, pihak terkait berupaya memastikan bahwa produk-produk lokal dapat memenuhi standar halal dan siap diekspor ke pasar internasional. Dengan begitu, UMKM di Sulsel diharapkan dapat lebih kompetitif dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?