Bisnis  

Margonda Nyaris Macet, Pemkot Depok Percepat Flyover

Kemacetan di Jalan Margonda Menggerakkan Pemkot Depok untuk Membangun Flyover

Kemacetan yang terjadi secara kronis di Jalan Margonda menjadi salah satu tantangan terbesar bagi pemerintah kota Depok. Kondisi ini mendorong pihak berwenang untuk mempercepat rencana pembangunan flyover sebagai solusi jangka panjang. Rencananya, pemasangan tiang pancang flyover akan dimulai pada April 2026.

Jalan utama tersebut kini berada pada Level of Service (LoS) Grade E, yang menunjukkan kemacetan berat. Hal ini membuat pergerakan kendaraan hampir terhenti pada jam sibuk. Kondisi ini dinilai tidak bisa lagi ditangani dengan rekayasa lalu lintas biasa. Oleh karena itu, pembangunan flyover dianggap sebagai langkah strategis untuk mengurai titik simpang yang selama bertahun-tahun menjadi sumber kepadatan.

Hasil Kajian Teknis dan Rancangan Flyover

Kajian teknis dilakukan oleh Dinas Perhubungan bersama konsultan dan lembaga terkait. Dari hasil kajian tersebut muncul rekomendasi pembangunan flyover sisi utara–selatan yang dilengkapi satu kaki menuju Jalan Juanda. “Dari kajian itu muncullah opsi flyover utara–selatan dan satu kaki ke Jalan Juanda. Itu dirancang untuk mengurangi kepadatan di simpang tersebut,” jelas Dadang Wihana, Kepala Bappeda Kota Depok.

Berkas kajian menunjukkan adanya tiga skenario pembangunan dengan panjang flyover antara 460 hingga 1.500 meter. Dua di antaranya memecah jalur flyover menuju ruas Jalan Juanda.

Pendanaan dan Skema Pembiayaan

Dadang menjelaskan bahwa kajian pendanaan mempertimbangkan skema KPBU dan pinjaman daerah. Dinas PUPR menyusun kajian awal kebutuhan konstruksi dan besaran anggarannya. “Banyak alternatif pendanaan, bisa melalui KPBU maupun pinjaman daerah,” ujarnya.

Setelah menyesuaikan kapasitas fiskal, Pemkot Depok memilih pinjaman daerah melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dengan tenor lima tahun. “Kami ambil opsi pinjaman daerah karena bunganya relatif rendah, sekitar 5,8–6 persen, dan masih mampu ditopang oleh kekuatan fiskal daerah,” tambahnya.

Ia memastikan alokasi infrastruktur tetap berada pada koridor ketentuan pemerintah pusat.

Tahapan Pembangunan dan Target Waktu

Proyek Flyover Margonda diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 275 miliar dan direncanakan mulai dikerjakan pada 2026. “Jadi nanti proyek pembangunan untuk Jalan Raya Sawangan dimulai pembangunan di Jalan Enggram, lalu Flyover Margonda di April mulai tiang pancang,” kata Anggota Komisi C DPRD Depok Mazhab.

Dalam RAPBD 2026, kebutuhan Rp 275 miliar masuk pembahasan, dengan Rp 87 miliar yang akan dibayarkan melalui APBD 2026. “Total semua Rp 275 miliar untuk membangun Flyover Margonda,” ujar Mazhab.

Ia menyebut sebagian anggaran bersumber dari pinjaman daerah, tetapi detail teknisnya menunggu Bappeda Kota Depok. “Tapi besok yang kita akan bayarkan itu Rp 87 miliar lewat APBD 2026,” terangnya.

Mazhab berharap proyek ini mendapat dukungan seluruh pihak mengingat kemacetan disebutnya tidak kunjung terurai selama belasan tahun. “Kalau ada yang berpikir ini kesannya dipaksakan, pembangunan Depok sekarang ini memang harus dipaksakan, kalau tidak dipaksakan ya jadi stagnan seperti 18 tahun yang lalu.”

“Macet di mana-mana, banjir dimana-mana, dan ini bagian dari upaya kita mengurai kemacetan yang ada di Depok,” sambungnya.

Selain flyover, Pemkot Depok turut memulai pembangunan di Jalan Enggram untuk mengurangi kemacetan Sawangan serta mengkaji teknis rencana underpass Citayam.

Ratna Purnama

Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?