Bisnis  

Central Mega Kencana Buka Gerai ke-150 di Sorong



Di tengah perkembangan ekonomi yang semakin dinamis, perusahaan perhiasan ternama di Indonesia, PT Central Mega Kencana (CMK), kembali memperluas jaringannya dengan membuka gerai ke-150 di Sorong, Papua Barat Daya. Pembukaan gerai ini dilakukan pada hari Sabtu (13/12) di Paragon Square Mall Sorong, yang menjadi lokasi pertama dari label The Palace, salah satu merek ritel CMK.

Strategi Perluasan Pasar

The Palace kini memiliki total 84 gerai yang tersebar di 45 kota di seluruh Indonesia. Pembukaan gerai di Sorong merupakan bagian dari strategi CMK untuk memperluas pasar produk-produk perhiasan mereka. Selain sebagai peritel, CMK juga merupakan produsen perhiasan yang hanya dipasarkan melalui jaringan ritel miliknya sendiri.

CMK memiliki tiga jaringan ritel utama, yaitu:
* Mondial: Menyasar segmen atas dengan fokus pada produk berlian.
* Frank & Co: Khusus perhiasan emas.
* The Palace: Sebagai ritel produk perhiasan serba ada dari CMK.

Menurut Petronella Rantedatu Soan, Chief Operating Officer CMK, persiapan pembukaan gerai di Sorong membutuhkan waktu selama tiga bulan, terutama dalam hal pengadaan sumber daya manusia. “Investasi di sumber daya manusia sangat penting dalam ritel perhiasan,” ujarnya saat paparan profil CMK di Swiss Bell Hotel, Sorong.

Pelayanan dan Transparansi Produk

Petronella menekankan bahwa para petugas di setiap gerai CMK, termasuk di The Palace, harus mampu menjelaskan secara detail mengenai produk perhiasan kepada konsumen. Hal ini mencakup kadar emas, gramasi, serta kadar karat dari berlian yang dijual. Tidak hanya itu, mereka juga harus mampu memberikan penjelasan terkait perhitungan harga jual yang digunakan oleh CMK.

“Kami ingin menjual produk perhiasan secara transparan kepada konsumen,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa konsumen berhak mengetahui bahwa produk yang dibeli memiliki kandungan emas sesuai tingkat karatnya dan harga emas saat pembelian.

Selain itu, CMK juga menjajakan perhiasan bekas pakai yang disebut prevoled di setiap gerai The Palace. Namun, Petronella menyampaikan syarat bahwa produk tersebut harus berasal dari hasil produksi CMK sendiri.

Pertumbuhan Bisnis Pasca-Pandemi

Meskipun sempat mengalami tantangan selama masa pandemi, CMK mulai bangkit sejak tahun 2021. Saat itu, jumlah gerai yang tutup meningkat, sehingga hanya tersisa sekitar 84 unit. Namun, seiring dengan meningkatnya permintaan perhiasan, CMK terus memperluas jaringannya di berbagai wilayah potensial.

Hingga akhir tahun ini, total gerai CMK telah mencapai 150 unit. Rinciannya adalah:
* Mondial: 14 gerai di 5 kota.
* Frank & Co: 52 gerai di 27 kota.
* The Palace: Sisa dari total 150 gerai, menjadi andalan CMK.

Dengan jaringan ritel yang luas, CMK optimis bisa mencatat pertumbuhan dobel digit pada tahun ini. Hasil ini tergolong positif jika dibandingkan dengan rata-rata compound annual growth rate (CAGR) di industri ritel perhiasan global yang berkisar antara 0%-2% pada periode 2023–2024.

Rencana Ekspansi dan Edukasi Konsumen

Untuk tahun depan, CMK berencana menambah 16 gerai baru di berbagai kota, seperti Palembang dan Surabaya. Strategi utama yang diterapkan tetap sama, yaitu memanfaatkan pusat belanja yang representatif sebagai lokasi ritel.

Menurut Petronella, masih ada lebih dari 200 pusat belanja di Indonesia yang belum dimasuki oleh CMK. Ini menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan.

Langkah lain yang akan dilakukan CMK adalah terus mengedukasi konsumen tentang arti pentingnya perhiasan sebagai produk spesial yang layak dimiliki. Dengan edukasi ini, CMK berharap laju bisnis tahun depan bisa terus tumbuh dobel digit.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?