Bisnis  

Gempa M4,3 Guncang Amurang Sulut Pagi Ini, Info BMKG

Gempa Bumi Magnitudo 4,3 Mengguncang Amurang, Sulawesi Utara

Pada hari Sabtu (13/12/2025), gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,3 mengguncang wilayah Amurang, Sulawesi Utara. BMKG melaporkan bahwa gempa terjadi pada pukul 18.44.34 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 2.28 LU-123.87 BT dengan kedalaman 326 km. Lokasi pusat gempa berada sekitar 143 km barat laut dari Amurang, Sulawesi Utara.

BMKG juga menyampaikan informasi mengenai gempa tersebut melalui akun X @infobmkg. Dalam laporan tersebut disebutkan:

Gempa Mag:4.3, 13-Dec-2025 18:44:34WIB, Lok:2.28LU, 123.87BT (143 km BaratLaut AMURANG-MINSEL-SULUT), Kedlmn:326 Km #BMKG Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.

Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Gempa

Saat gempa terjadi, penting untuk tetap tenang dan mengambil tindakan yang tepat agar dapat melindungi diri sendiri maupun orang lain. Berikut beberapa langkah yang perlu diperhatikan:

  • Tetap tenang

    Saat gempa terjadi, usahakan untuk tidak panik dan tetap tenang. Tarik napas dalam-dalam, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilih tempat yang aman untuk berlindung.

  • Di dalam rumah

    Jika sedang berada di dalam bangunan, carilah tempat aman seperti di bawah meja. Lindungi kepala dengan benda empuk seperti bantal, helm, atau gunakan tangan dengan posisi tertelungkup untuk melindungi diri dari benda-benda yang jatuh.

  • Di luar ruangan

    Jika sedang berada di luar ruangan, segera menjauhi gedung dan tiang serta bergerak menuju daerah terbuka. Tetap tenang dan hindari melakukan tindakan apapun karena bisa saja terjadi gempa susulan.

  • Di kerumunan

    Jika sedang berada di tempat ramai, perhatikan arahan petugas penyelamat dan segera menuju tangga darurat untuk mencapai area terbuka.

  • Di gunung atau dataran tinggi

    Jika sedang berada di gunung, segera berpindah ke daerah lapang untuk berlindung. Hindari area dekat lereng karena ada risiko longsor.

  • Di laut

    Gempa bawah laut dapat memicu tsunami. Jika terjadi gempa, segera bergerak ke dataran yang lebih tinggi.

  • Di dalam kendaraan

    Jika sedang berkendara saat gempa terjadi, pegang erat kemudi dan segera berhenti di tempat yang aman. Hindari berhenti di bawah jembatan atau pohon besar.

Skala MMI dan Tingkat Getaran Gempa

Getaran gempa diukur dalam skala MMI (Modified Mercalli Intensity). Berikut penjelasan tingkat getaran gempa berdasarkan skala MMI:

  • I MMI

    Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

  • II MMI

    Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

  • III MMI

    Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

  • IV MMI

    Pada siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

  • V MMI

    Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

  • VI MMI

    Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

  • VII MMI

    Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

  • VIII MMI

    Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

  • IX MMI

    Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

  • X MMI

    Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

  • XI MMI

    Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

  • XII MMI

    Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?