Jenis dan Jadwal Penerbitan SBN 2026
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah merencanakan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sepanjang tahun 2026. Berbagai instrumen SBN dengan karakteristik berbeda akan tersedia, mulai dari produk konvensional hingga berbasis syariah. Setiap seri dirancang untuk memenuhi kebutuhan investor ritel dengan profil risiko yang relatif rendah.
Surat Berharga Negara (SBN) adalah instrumen investasi yang diterbitkan oleh pemerintah dan dapat dibeli oleh warga negara Indonesia. Dana yang dihimpun dari penerbitan SBN digunakan untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta mendukung berbagai proyek pembangunan nasional.
Salah satu pilihan investasi yang diminati adalah SBN Ritel karena menawarkan keamanan tinggi. Pemerintah menjamin pembayaran pokok dan imbal hasilnya, sehingga investor tidak perlu khawatir terhadap risiko gagal bayar.
Pembagian Jenis SBN
Secara umum, SBN Ritel terbagi menjadi dua kelompok berdasarkan sifat perdagangannya:
- SBN Tradable, yaitu instrumen yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Kelompok ini mencakup Obligasi Negara Ritel (ORI) dan Sukuk Ritel (SR)
- SBN Non-Tradable, yakni instrumen yang tidak bisa diperjualbelikan di pasar sekunder, seperti Savings Bond Ritel (SBR) dan Sukuk Tabungan (ST)
Selain itu, SBN juga dibedakan berdasarkan prinsip yang digunakan. Untuk instrumen konvensional, pemerintah menerbitkan ORI dan SBR. Sementara untuk instrumen berbasis syariah, tersedia SR, ST, serta Sukuk Wakaf Ritel (SWR).
Seri SBN 2026 dan Masa Penawarannya
Pada tahun 2026, pemerintah menjadwalkan penerbitan delapan seri SBN, yang terdiri dari ORI, SR, ST, SBR, dan SWR. Berikut rincian jadwal serta penjelasannya:
- Obligasi Negara Ritel / ORI 2026 (ORI029 dan ORI030)
Obligasi Negara Ritel (ORI) merupakan SBN yang ditawarkan khusus kepada investor individu WNI melalui mitra distribusi di pasar perdana. ORI menawarkan kupon tetap (fixed rate) yang nilainya tidak berubah hingga jatuh tempo.
Jadwal masa penawaran ORI pada 2026: - ORI029: masa penawaran 26 Januari–19 Februari 2026
-
ORI030: masa penawaran 6-30 Juli 2026
-
Sukuk Tabungan 2026 (ST016 dan ST017)
Sukuk Tabungan merupakan instrumen SBN berbasis syariah yang menawarkan imbal hasil mengambang dengan batas minimal (floating with floor).
Masa penawaran Sukuk Tabungan: - ST016: 8 Mei-3 Juni 2026
-
ST017: 6 November–2 Desember 2026
-
Savings Bond Ritel / SBR 2026 (SBR015)
Savings Bond Ritel (SBR) adalah SBN dengan kupon mengambang yang juga memiliki batas minimal imbal hasil. Salah satu keunggulan SBR adalah adanya fasilitas early redemption, yakni pencairan sebagian dana sebelum jatuh tempo sesuai ketentuan.
Masa penawaran SBR015 berlangsung pada 28 September–22 Oktober 2026. -
Sukuk Ritel 2026 (SR024 dan SR025)
Sukuk Ritel adalah SBN berbasis syariah yang bisa diperdagangkan di pasar sekunder antar investor domestik. Investasi Sukuk Ritel memiliki imbal hasil tetap hingga jatuh tempo. Tahun ini, Sukuk Ritel kembali terbit dalam dua seri yaitu SR024 dan SR025.
Jadwal masa penawaran Sukuk Ritel: - SR024: 6 Maret-15 April 2026
-
SR025: 21 Agustus-16 September 2026
-
Sukuk Wakaf Ritel 2026 (SWR007)
Cash Waqf Linked Sukuk Ritel (CWLS) atau Sukuk Wakaf Ritel merupakan instrumen wakaf uang yang diterbitkan pemerintah. Imbal hasil dari investasi ini tidak diterima investor, melainkan disalurkan oleh nazhir untuk program sosial dan pemberdayaan ekonomi umat.
Masa penawaran Sukuk Wakaf Ritel adalah 4 September–21 Oktober 2026.
Tips untuk Investor
Sebagai informasi tambahan, pembelian SBN hanya dapat dilakukan selama masa penawaran melalui mitra distribusi resmi yang ditunjuk pemerintah, baik dari perbankan, fintech, maupun perusahaan sekuritas. Dengan beragam pilihan SBN yang tersedia sepanjang 2026, masyarakat dapat menyesuaikan instrumen investasi dengan kebutuhan, tujuan keuangan, serta preferensi masing-masing.












