Penurunan Indeks MSCI dan Dampak pada Saham di Tanah Air
Jakarta – Sejumlah saham dalam indeks MSCI Indonesia mengalami penurunan setelah penyedia indeks global tersebut memutuskan untuk membekukan proses rebalancing indeks. Hal ini menyebabkan beberapa saham unggulan maupun emiten terafiliasi konglomerat mengalami tekanan berat.
Salah satu contoh adalah saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), yang sempat digadang-gadang masuk sebagai konstituen baru dalam MSCI Global Standard pada rebalancing Februari 2026. Namun, pengumuman pembekuan oleh MSCI membuat harga saham BUMI turun drastis sebesar 36,04% hanya dalam empat hari perdagangan. Nasib serupa juga dialami oleh PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI), yang turun 29,55% dalam periode yang sama.
Tidak hanya saham-saham yang akan masuk ke indeks, beberapa emiten lama yang sudah menjadi bagian dari indeks MSCI juga terkena dampaknya. Hal ini menyebabkan sejumlah saham blue chip dan konglomerat mengalami penurunan nilai.
Namun, meskipun mengalami penurunan, beberapa saham yang sebelumnya menguat signifikan kini menawarkan valuasi yang lebih menarik. Bisnis telah merangkum data mengenai rasio price to earnings (P/E Ratio) dan price to book value (PBV) dari 10 saham yang tergabung dalam MSCI Indonesia Small Cap Index dan MSCI Indonesia Index.
Analisis Rasio Keuangan Saham
P/E Ratio sering digunakan oleh investor untuk menilai apakah suatu saham termasuk murah atau mahal, berdasarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih. Sementara itu, PBV digunakan untuk membandingkan harga saham dengan nilai buku per saham.
Berikut data PBV dan P/E Ratio dari MSCI Indonesia Small Cap Index:
| Nama | PBV (12/31/2025) | PBV (02/03/2026) | P/E Ratio (12/31/2025) | P/E Ratio (02/03/2026) |
|---|---|---|---|---|
| FILM | 47,93 | 34,71 | – | -1.259,35 |
| PTRO | 26,95 | 15,19 | 254,88 | 140,73 |
| BUMI | 5,20 | 3,54 | 21.888,64 | 14.429,67 |
| AMRT | 4,75 | 4,15 | 27,11 | 23,68 |
| MDKA | 3,93 | 5,02 | – | -93,66 |
| ENRG | 3,08 | 2,20 | 30,14 | 21,22 |
| KLBF | 2,38 | 2,28 | 15,77 | 15,12 |
| ANTM | 2,24 | 2,79 | 9,59 | 11,86 |
| EXCL | 2,02 | 1,68 | – | -16,40 |
| PGAS | 0,99 | 1,14 | 8,05 | 9,24 |
| INKP | 0,41 | 0,43 | 5,31 | 5,51 |
Sementara itu, data PBV dan P/E Ratio dari MSCI Indonesia Index adalah sebagai berikut:
| Nama | PBV (12/31/2025) | PBV (02/03/2026) | P/E Ratio (12/31/2025) | P/E Ratio (02/03/2026) |
|---|---|---|---|---|
| ASII | 1,19 | 1,17 | 8,27 | 8,15 |
| BMRI | 1,69 | 1,60 | 9,24 | 8,77 |
| BBRI | 1,65 | 1,73 | 9,88 | 10,36 |
| TLKM | 2,51 | 2,51 | 16,13 | 16,08 |
| BBCA | 3,60 | 3,30 | 17,41 | 16,22 |
| BRPT | 7,99 | 4,82 | – | 14,34 |
| AMMN | 5,66 | 5,91 | – | -126,18 |
| DSSA | 21,08 | 18,48 | 154,50 | 135,40 |
| BREN | 126,01 | 104,57 | 542,66 | 449,01 |
| BBNI | 0,98 | 1,03 | 8,04 | 8,61 |
Perubahan pada Rasio Keuangan
Salah satu emiten yang mengalami penurunan P/E Ratio yang signifikan adalah PT Petrosea Tbk. (PTRO). Nilai P/E Ratio pada akhir tahun lalu mencapai 254,88 kali saat harganya Rp7.050 per saham. Kini, harga sahamnya turun menjadi Rp6.150 per saham. Selain itu, nilai PBV PTRO juga turun dari 26,95 kali menjadi 15,19 kali.
Di sisi lain, saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) juga mengalami penurunan PBV dan P/E Ratio. PBV BREN turun dari 126,01 kali menjadi 104,57 kali, sedangkan P/E Ratio turun dari 542,66 kali menjadi 449,01 kali.
Perbedaan pada Saham Blue Chip
Kontras dengan penurunan yang signifikan pada saham-saham tertentu, penurunan rasio keuangan pada saham blue chip tidak terjadi secara signifikan. Contohnya, saham PT Astra International Tbk. (ASII) hanya mengalami penurunan P/E Ratio sebesar 0,12 kali menjadi 8,15 kali. Sementara PBV ASII turun hanya 0,09 kali menjadi 1,60 kali.
Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) juga mengalami penurunan yang relatif kecil, dengan PBV turun 0,30 kali menjadi 3,30 kali dan P/E Ratio turun 0,19 kali menjadi 16,22 kali.
Dengan adanya penurunan rasio keuangan ini, banyak saham yang kini menawarkan valuasi yang lebih menarik bagi para investor. Namun, keputusan investasi tetap sepenuhnya berada di tangan pembaca.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”










