Kasus Narkoba yang Melibatkan Keluarga Kapolres Bima Kota
Kasus narkoba yang melibatkan istri dari AKBP Didik Putra Kuncoro, Kapolres Bima Kota, kini menjadi perhatian publik. Miranti Afriana, istri dari AKBP Didik, terbukti positif mengonsumsi narkotika jenis ekstasi setelah menjalani pemeriksaan laboratoris. Hasil uji sampel rambut menunjukkan bahwa ia positif menggunakan MDMA (ekstasi). Setelah hasil tersebut diperoleh, Miranti kemudian menjalani asesmen lebih lanjut dan direkomendasikan untuk menjalani rehabilitasi di Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN).
Peristiwa ini bermula setelah suaminya, AKBP Didik, ketahuan memiliki sekoper narkoba yang dititipkan kepada seorang polwan bernama Dianita. Pemeriksaan terhadap Miranti dilakukan setelah adanya indikasi bahwa ia juga terlibat dalam penggunaan narkoba. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, menyatakan bahwa Aipda Dianita Agustina (DA), mantan bawahan AKBP Didik, juga dinyatakan positif menggunakan narkoba.
“Dari hasil pendalaman terhadap MA dan Aipda DA diketahui bahwa keduanya adalah pengguna narkotika,” kata Eko, seperti dikutip dari Antara, Kamis (19/2/2026). “Untuk itu penyidik melakukan uji laboratoris melalui Puslabfor Bareskrim Polri terhadap sampel rambut dari MA dan Aipda DA, yang menunjukkan hasil positif menggunakan MDMA (ekstasi),” tambahnya.
Setelah hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Miranti dan Dianita positif narkoba, penyidik kemudian melakukan asesmen lebih lanjut. Tim Asesmen Terpadu selanjutnya merekomendasikan agar keduanya menjalani rehabilitasi di Balai Rehabilitasi BNN.
Sosok Miranti Afriana
Miranti Afriana dikenal sebagai Bhayangkari yang cukup aktif di media sosial, khususnya Facebook. Dari pernikahannya dengan AKBP Didik, ia telah memiliki dua anak lelaki. Dalam akun media sosialnya, Miranti sering membagikan momen kegiatan yang diikuti oleh Polda NTB. Penelusuran Tribun Trends menunjukkan bahwa ia sempat mengunggah aktivitas sebagai ibu Bhayangkari sebelum kasus yang menjerat suaminya.
Dalam unggahan tersebut, Miranti hadir menghadiri acara Turnamen Bola Voli Bhayangkari Polda NTB. Ia juga mendampingi suami ketika menghadiri acara resmi peringatan Hari Jadi Bima ke-385. Di unggahan lainnya, Miranti menuliskan doa untuk kedua putranya dan sekaligus mengunggah beberapa foto keluarga bersama suami dan anak-anak.
“Allâhummajma’ bainanâ mâ jama’ta ilâ khairin wa farriq bainanâ idzâ farraqta ilâ khairin”
Artinya: “Ya Allah, berkahilah aku di dalam keluargaku dan berkahilah mereka di dalam diriku. Berilah aku rezeki dari mereka dan berilah mereka rezeki dariku,” tulis Miranti di postingan.

Barang Bukti yang Disita
Dalam penanganan perkara ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa tujuh plastik klip berisi sabu dengan berat total 16,3 gram, 49 butir ekstasi beserta dua butir sisa pakai, 19 butir pil alprazolam, dua butir pil happy five, serta ketamin seberat lima gram.
Selain Miranti dan Dianita, AKBP Didik sebelumnya juga dinyatakan positif narkoba setelah menjalani pemeriksaan melalui sampel rambut, meski hasil tes urine menunjukkan negatif. “Waktu kita periksa (urine), dia (AKBP Didik) negatif. Tetapi Propam sudah melakukan uji rambut, positif,” ujar Kasubdit 3 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Zulkarnain Harahap di Mabes Polri, dikutip dari Kompas.com, Minggu (15/2/2026).
Berdasarkan hasil penyidikan, narkotika yang ditemukan di dalam koper milik Didik tidak diperuntukkan untuk diperjualbelikan, melainkan untuk konsumsi pribadi. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa institusi Polri tidak memberikan perlakuan khusus kepada siapa pun yang terlibat kasus narkotika, termasuk anggota maupun keluarganya.
“Kami pastikan bahwa tidak ada perlakuan istimewa yang diberikan kepada oknum anggota Polri atau keluarganya,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, dalam keterangan pers di Markas Besar Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (15/2/2026) malam.
Ia menambahkan bahwa Polri berkomitmen menjaga kepercayaan publik dengan menindak tegas setiap pelanggaran yang merusak citra institusi. “Sekali lagi, pimpinan Polri sudah tegas dan menjamin bahwa tidak ada impunitas bagi personel Polri yang terlibat dalam jaringan narkotika,” kata Isir.












