Bisnis  

PGN capai 836 BBTUD volume niaga gas dan pendapatan Rp66 triliun pada 2025

PGN Catatkan Kinerja Finansial dan Operasional yang Kuat pada 2025

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mencatatkan kinerja yang positif sepanjang tahun 2025. Volume niaga gas bumi yang tercatat mencapai 836 BBTUD, sehingga pendapatan yang dibukukan oleh PGN tembus US$3,9 miliar atau setara dengan Rp66,2 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dari tahun sebelumnya.

Volume transmisi gas bumi juga meningkat sebesar 4% menjadi 1.609 MMSCFD dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh peningkatan penyerapan pelanggan terhadap gas bumi. Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman menyatakan bahwa kinerja operasional PGN diperkuat oleh segmen bisnis infrastruktur LNG. Dalam hal ini, volume regasifikasi melalui FSRU Lampung dan Terminal Regasifikasi Arun mencapai 254 BBTUD, naik 17% dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut berkontribusi pada keandalan penyaluran gas untuk berbagai sektor, termasuk industri dan pembangkit listrik. Di segmen transportasi minyak, PGN mencatatkan volume penyaluran sebesar 174.811 BOEPD. Realisasi ini dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas pengangkutan minyak melalui jaringan pipa eksisting.

Fajriyah menjelaskan bahwa PGN menjaga kesinambungan penyaluran energi melalui optimalisasi portofolio gas bumi dan LNG serta koordinasi intensif dengan pemerintah dan pemangku kepentingan strategis. “Keandalan penyaluran gas bumi bagi pelanggan tetap menjadi prioritas utama PGN. Kami mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG serta menerapkan pengelolaan volume secara adaptif untuk memastikan keberlanjutan layanan energi kepada pelanggan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Kontribusi anak perusahaan dan afiliasi turut menguat dengan volume pemrosesan LPG sebesar 117 metrik ton per hari, naik 8%. Sementara itu, pencapaian lifting minyak dan gas sebesar 17.519 BOEPD. Di segmen LNG Trading Internasional, PGN berhasil mengirim tujuh kargo LNG atau setara sekitar 59 BBTUD ke pasar internasional sepanjang 2025.

Penyesuaian Nilai Aset dan Pengelolaan Keuangan yang Disiplin

Fajriyah menuturkan bahwa dalam laporan keuangan 2025, perseroan mengalami penyesuaian kewajaran nilai aset pada entitas anak usaha di segmen hulu yang dipengaruhi perubahan asumsi cadangan. Langkah tersebut dilakukan sesuai standar akuntansi dan regulasi migas yang berlaku sebagai bentuk kehati-hatian dan transparansi.

Namun demikian, penyesuaian ini bersifat non-cash dan tidak berdampak pada arus kas operasional maupun keberlangsungan usaha. Menurut Fajriyah, kinerja operasional dan arus kas PGN tetap solid meskipun terdapat penyesuaian nilai aset tersebut. Dengan penyesuaian ini, perseroan memastikan laporan keuangan lebih mencerminkan kondisi terkini serta memperkuat fondasi keuangan ke depan.

Langkah ini juga mendukung stabilitas dan keberlanjutan kinerja di masa mendatang, terutama dalam pengembangan fokus bisnis utama di Midstream dan Downstream. Selain memperkuat operasional, PGN menjalankan disiplin pengelolaan keuangan melalui efisiensi biaya, optimalisasi kas, serta pengelolaan portofolio yang prudent.

Kinerja Keuangan yang Solid

Pada 2025, beban umum dan administrasi menurun sebesar US$33,3 juta atau sekitar 17% dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi laba dari entitas patungan (joint venture) juga meningkat menjadi sebesar US$76,4 juta. Didukung penguatan operasional dan keuangan yang disiplin, PGN membukukan pendapatan mencapai US$3,9 miliar pada 2025, meningkat 5% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pencapaian laba operasi tercatat sebesar US$519,6 juta, sedangkan laba bersih mencapai US$215,4 juta yang dipengaruhi oleh penyesuaian nilai aset hulu yang bersifat non-cash. Perseroan juga membukukan EBITDA sebesar US$971,2 juta dengan arus kas operasional positif sebesar US$657,1 juta. Fajriyah mengatakan, realisasi ini mencerminkan ketahanan fundamental dan kapasitas kas yang tetap kuat di tengah dinamika industri energi.

Strategi Bisnis yang Terdiversifikasi

Fajriyah menambahkan bahwa kinerja PGN didukung oleh portofolio bisnis yang terdiversifikasi yang berfokus pada midstream dan downstream, meliputi segmen transmisi dan distribusi gas bumi, LNG, serta kontribusi anak perusahaan dan afiliasi lainnya. “Kami konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan arus kas dan portofolio, termasuk langkah selektif pada proyek prioritas. Strategi ini penting untuk memperkuat ketahanan korporasi dalam menghadapi tantangan ke depan,” jelasnya.

Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?