Kasus Campak Meningkat, Dinkes Gelar Vaksinasi Massal di 4 Wilayah

Penyebaran Virus Campak di Sumsel Meningkat Tajam

Pada awal tahun 2026, penyebaran virus campak di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami peningkatan yang signifikan. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel menunjukkan bahwa hingga minggu ke-9 tahun 2026, tercatat sebanyak 1.082 kasus suspek dan 184 kasus terkonfirmasi. Peningkatan ini terjadi setelah sepanjang tahun 2025, jumlah kasus suspek mencapai 744 dengan 68 kasus terkonfirmasi positif.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, menjelaskan bahwa tren kenaikan kasus terlihat jelas pada awal tahun 2026. Salah satu faktor utama yang menyebabkan peningkatan ini adalah rendahnya cakupan imunisasi. Data menunjukkan bahwa hanya sekitar 23 persen anak telah menerima satu dosis imunisasi, sementara 19 persen lainnya telah menerima dua dosis atau lebih.

Berdasarkan data bulanan dari Dinkes Sumsel, kasus suspek campak pada tahun 2025 berfluktuasi. Pada Januari tercatat 39 kasus, Februari 49 kasus, Maret 41 kasus, April 39 kasus, Mei 70 kasus, Juni 49 kasus, Juli 91 kasus, Agustus 63 kasus, September 81 kasus, Oktober 76 kasus, November 87 kasus, dan Desember 63 kasus. Sementara itu, kasus terkonfirmasi positif pada tahun tersebut relatif rendah, dengan angka tertinggi sebesar 21 kasus pada November.

Memasuki tahun 2026, lonjakan kasus campak terjadi cukup tajam. Pada Januari 2026, tercatat 381 kasus suspek dengan 151 kasus positif, kemudian meningkat menjadi 525 kasus suspek pada Februari. Pada Maret 2026, jumlah kasus suspek menurun menjadi 176 kasus dengan 33 kasus positif.

Upaya Pemerintah untuk Mengatasi Wabah

Menyadari pentingnya pencegahan, Dinkes Sumsel mengambil langkah-langkah preventif melalui peningkatan cakupan imunisasi rutin. Sebagai respons terhadap wabah, pemerintah melaksanakan program Outbreak Response Immunization (ORI) di empat kabupaten/kota yang memiliki risiko tinggi, yaitu Kota Palembang, Kota Prabumulih, Kabupaten Banyuasin, dan Kabupaten Musi Rawas Utara.

Program ORI ini sudah dimulai sejak 10 Maret 2026, dengan pelaksanaan di Posyandu dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Kegiatan ini dilakukan terhadap bayi dan balita usia 9 bulan hingga 5 tahun, tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.

Di 13 kabupaten/kota lainnya, imunisasi tetap dilaksanakan dengan prioritas pada anak-anak yang belum mendapat imunisasi atau sudah mendapat imunisasi tetapi belum lengkap.

Pentingnya Imunisasi dan Gejala Campak

Campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular dan dapat menyebar cepat melalui udara, terutama melalui percikan batuk atau bersin dari penderita. Oleh karena itu, imunisasi menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut.

Kepala Dinkes Sumsel, Trisnawarman, mengatakan bahwa tingginya peningkatan kasus campak tidak hanya terjadi di Sumsel, tetapi juga hampir di seluruh wilayah Indonesia. Untuk itu, Dinkes Sumsel giat melakukan kembali pemberian imunisasi sebagai respons terhadap wabah ini.

Masyarakat diimbau agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala campak, seperti demam tinggi disertai bintik merah. Ciri khas campak adalah demam naik turun, lalu muncul ruam atau bintik merah di badan. Meski bisa mirip dengan demam berdarah, kondisi ini lebih mengarah ke campak.

Langkah Pencegahan yang Harus Dilakukan

Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, masyarakat diharapkan tetap waspada dan mematuhi anjuran dari pihak kesehatan. Imunisasi rutin harus dilakukan secara merata dan teratur, terutama bagi anak-anak. Dengan upaya bersama, penyebaran virus campak dapat diminimalkan dan mencegah dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat.


Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?