Lahir dari Keresahan
Keputusan Faiz Fashridjal dan Andreas Edwitia untuk bersama-sama mendirikan sepenuhati muncul dari keresahan yang sama terhadap cara kerja industri yang sering memisahkan strategi brand dan eksekusi kreatif. Mereka melihat adanya kesenjangan yang konsisten antara perspektif brand dan cara kerja agensi. Pengalaman Faiz di sisi klien serta perjalanan Andreas di dunia agensi memberi mereka sudut pandang yang berbeda dalam memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh brand. Dari situ, mereka mencoba membangun pendekatan kreatif yang selaras dengan tujuan bisnis brand.
Pendekatan Agility dan Empati Budaya

Keresahan ini semakin terasa di tengah lanskap industri yang berubah cepat. Belanja iklan digital di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, sementara algoritma platform digital juga terus berkembang. Pertumbuhan ini membuat kompetisi semakin padat dan menuntut brand untuk tidak hanya kreatif, tetapi juga relevan dan responsif secara real-time. Dalam kondisi ini, pola kerja lama yang terlalu kaku semakin sulit mengikuti kecepatan pasar. sepenuhati lahir untuk menjawab gap tersebut dengan pendekatan yang menekankan agility dan empati budaya. Di pasar Indonesia yang sangat dinamis, pendekatan komunikasi yang terlalu generik atau terasa terlalu “jualan” semakin mudah diabaikan audiens.
“Relevansi brand lahir dari pemahaman sosial dan budaya yang akurat, bukan dari template global,” jelas Edwi.
Tangani Proyek House of W dan Wardah Lipbrary

Pendekatan ini terlihat dalam berbagai proyek yang mereka tangani, seperti House of W dan Wardah Lipbrary. Melalui proyek tersebut, sepenuhati membantu menerjemahkan narasi sisterhood dan personalisasi warna yang terasa dekat dengan perempuan Indonesia. Pendekatan serupa juga terlihat pada peluncuran lini Cimory No Added Sugar, di mana pesan komersial disampaikan secara kasual dan dekat dengan keseharian konsumen.
Untuk mendukung cara kerja yang lebih adaptif, sepenuhati juga mengembangkan sistem kerja internal seperti Windfinder, BigWave, dan Ripple Content yang memungkinkan tim merespons dinamika tren secara lebih cepat. Pendekatan ini mulai mendapat respons positif dari pasar. Sejumlah brand yang sebelumnya bergantung pada jaringan agensi multinasional kini mulai melirik mitra independen lokal yang dinilai lebih lincah membaca konteks pasar.
Membantu Brand Membangun Strategi

Kehadiran sepenuhati menjadi bagian dari fase baru industri kreatif Indonesia. Di era always-on marketing yang serba cepat, culture di masyarakat, integrasi strategi, dan fleksibilitas organisasi semakin menjadi diferensiasi utama. Perubahan ini memang belum sepenuhnya menggantikan model lama. Namun arahnya semakin jelas: industri kreatif Indonesia bergerak menuju sistem yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berakar pada konteks lokal.
sepenuhati membantu brand membangun strategi, kampanye kreatif, dan konten yang relevan dengan culture konsumen, serta telah bekerja sama dengan berbagai brand seperti Telkomsel Enterprise, Wardah, Kahf, Cimory, Bank Syariah Indonesia, TCL, Mayora, dan IKEA.
Pendekatan sepenuhati berfokus pada tiga pilar: Windfinder untuk merumuskan strategi brand, Big Wave untuk menciptakan ide kampanye besar yang relevan secara budaya, dan Ripple untuk menjaga brand tetap hidup melalui konten digital. Dengan pendekatan human-first thinking dan emotion-led strategy, sepenuhati membantu brand menciptakan komunikasi yang relevan dan berdampak.












