Bisnis  

Dorong Industri Mocaf, Pringsewu Siapkan Pusat Produksi

Pengembangan Industri Tepung Mocaf di Kabupaten Pringsewu

Kabupaten Pringsewu sedang mempersiapkan pengembangan industri tepung mocaf (modified cassava flour). Inisiatif ini didukung oleh ketersediaan bahan baku singkong yang melimpah di beberapa wilayah di Bumi Jejama Secancanan. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Pringsewu, Sulistyo Ningsih, menyatakan bahwa pengembangan industri ini difokuskan pada pembentukan sentra produksi terpusat untuk memperkuat pengolahan dan distribusi produk.

Kesiapan dan Persiapan Awal

Menurut Sulistyo Ningsih, pemerintah daerah saat ini sedang melakukan pengkondisian untuk membentuk sentra mocaf terpusat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menambah sejumlah peralatan produksi, seperti solar dryer yang digunakan dalam proses pengeringan bahan baku. Alat tersebut berfungsi untuk mengeringkan chip singkong basah yang telah dipres dengan kadar air sekitar 50 persen menjadi chip kering dengan kadar air sekitar 12 persen. Kadar air tersebut merupakan standar bahan baku untuk produksi tepung mocaf.

Saat ini, produksi chip singkong dilakukan di tiga pekon, yakni Adiluwih, Purwodadi, dan Waringinsari Timur. Chip singkong tersebut kemudian akan dikirim ke sentra pusat untuk diolah menjadi tepung mocaf.

Penguatan Kelembagaan Usaha

Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan pembentukan koperasi produksi mocaf sebagai bagian dari penguatan kelembagaan usaha. Meski demikian, peningkatan kapasitas produksi masih membutuhkan dukungan tambahan, terutama dari sisi teknologi pengolahan, peralatan produksi, serta peningkatan keterampilan sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan.

Terkait dukungan fasilitas pengeringan yang sempat disampaikan Gubernur Lampung Rahmad Mirzani Djausal, Sulis menjelaskan bahwa alat dryer tersebut sebenarnya diperuntukkan bagi gabungan kelompok tani (Gapoktan) di beberapa kecamatan di Pringsewu guna meningkatkan kesejahteraan petani. Namun di sentra pusat pengolahan mocaf saat ini sudah tersedia solar dryer untuk standarisasi pengeringan chip singkong.

Revitalisasi Rumah Produksi dan Pelatihan

Untuk mendukung pengembangan industri mocaf, Diskoperindag Pringsewu juga mengusulkan revitalisasi rumah produksi agar memenuhi standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kebutuhan infrastruktur tersebut telah diajukan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari pihak swasta maupun kementerian.

Dalam upaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha, Diskoperindag Pringsewu juga telah melakukan pendampingan awal kepada pelaku usaha di tiga sentra produksi tersebut, terutama dalam peningkatan kualitas produk. “Tahun ini juga direncanakan pelatihan khusus untuk diversifikasi produk mocaf agar memiliki nilai tambah,” kata Sulis.

Pendampingan akan terus dilakukan agar pelaku usaha mampu menghasilkan produk mocaf yang memenuhi standar mutu dan dapat bersaing di pasar yang lebih luas.

Potensi Pasar dan Kerja Sama

Dari sisi pasar, mocaf dinilai memiliki potensi besar sebagai bahan baku alternatif pengganti atau pendamping tepung terigu dalam berbagai produk olahan pangan, seperti kue, roti, maupun makanan tradisional. Saat ini, sejumlah UMKM makanan binaan pemerintah daerah telah mulai menggunakan tepung mocaf sebagai bahan tambahan produksi. Sementara untuk pasar luar daerah masih dalam tahap persiapan, menunggu kesiapan sentra produksi beserta kelembagaannya.

Pemerintah Kabupaten Pringsewu juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat rantai produksi dan distribusi mocaf. Sulistyo mengatakan pihaknya tengah menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan swasta serta kementerian terkait melalui program CSR guna mendukung pengembangan produk mocaf di daerah tersebut.

Visi dan Target Jangka Panjang

Ke depan, pemerintah daerah menargetkan terbentuknya ekosistem industri mocaf yang terintegrasi, mulai dari penyediaan bahan baku singkong, proses pengolahan, hingga pemasaran produk. Selain meningkatkan nilai tambah komoditas singkong, pengembangan industri ini juga diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan daya saing produk olahan berbasis mocaf dari Pringsewu di pasar lokal maupun nasional.

Diskoperindag Pringsewu juga berharap dukungan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, terutama dalam penguatan kapasitas produksi, pendampingan standarisasi produk, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta dukungan promosi dan pemasaran. “Dengan sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat, pengembangan industri mocaf di Pringsewu diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” pungkasnya.


Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?