Bisnis  

Profil PT Denera, Perusahaan Khusus Pengelola Proyek Waste to Energy by Danantara



Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara telah resmi membentuk sebuah entitas baru bernama PT Daya Energi Bersih Nusantara atau PT Denera. Perusahaan ini akan fokus pada pengolahan sampah menjadi energi listrik, yang dikenal dengan istilah waste to energy (WtE).

Pengembangan proyek WtE saat ini sedang digarap secara intensif oleh Danantara. Mereka memiliki ambisi untuk membangun sejumlah fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di berbagai kota. Proyek ini merupakan bagian dari program nasional yang dirancang untuk mengolah sampah kota menjadi sumber energi listrik. Tujuan utamanya adalah sebagai solusi darurat terhadap masalah sampah dan juga mendukung ketahanan energi nasional.

Pemenang tender tahap pertama dijadwalkan akan diumumkan awal Februari. Direktur Investasi Danantara sekaligus Lead Proyek WtE Fadli Rahmah menjelaskan bahwa nilai investasi proyek nasional tersebut ditaksir mencapai Rp 91 triliun. Menurut Fadli, keberadaan holding WtE sangat penting untuk memastikan proyek berjalan sesuai Peraturan Pemerintah.

“Nanti holding akan bekerja bersama dengan perusahaan pemenang tender WtE,” ujar Fadli dalam acara update proyek WtE di Wisma Danantara, Kamis (9/4).

Saat ini, Danantara memproyeksikan investasi per proyek berkisar antara Rp 2,5 triliun hingga Rp 2,8 triliun untuk setiap lokasi. Proyek ini diharapkan mampu menyelesaikan masalah timbunan sampah Indonesia dan akan dibangun di 33 lokasi, dengan kapasitas pengelolaan sampah sebesar 1.000 ton per hari.

Pembentukan Denera tidak terlepas dari ambisi Danantara dalam menggarap proyek WtE secara masif di berbagai daerah. Program ini merupakan bagian dari agenda nasional untuk mengatasi persoalan sampah perkotaan sekaligus mendorong ketahanan energi berbasis sumber terbarukan.

Profil PT Denera

PT Denera, yang resmi berdiri pada 1 April 2026, merupakan perusahaan pengelolaan sampah terintegrasi. Entitas ini dibangun langsung oleh PT Danantara Investment Management (DIM) dan akan berperan sebagai perusahaan induk (holding) untuk seluruh proyek WtE di Indonesia.

Melalui struktur tersebut, Denera akan mengonsolidasikan seluruh kegiatan investasi, pengembangan hingga operasional proyek WtE di berbagai wilayah. Setiap proyek nantinya dijalankan melalui Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP), yang merupakan perusahaan patungan antara Denera dan konsorsium mitra terpilih.

Sebagai Lead of WtE, Fadli Rahman menjelaskan bahwa Denera akan menjadi anak dari DIM. “Denera inilah yang memegang dari sisi saham dan juga dari sisi operasional dan pengelolaan untuk seluruh PSEL dibawah Danantara Investment,” ujar Fadli.

Denera akan memegang porsi saham di setiap proyek PSEL, dengan struktur kepemilikan sebesar 70% untuk mitra BUPP dan 30% oleh Denera. Selain itu, Denera juga bertanggung jawab atas operasional proyek. Setiap pembangunan satu unit PSEL membutuhkan investasi antara Rp 2,5 triliun hingga Rp 2,8 triliun.

Fadli menjelaskan bahwa Denera tidak hanya berperan sebagai pengelola proyek hilir, tetapi juga akan mendorong pengelolaan sampah terintegrasi dari hulu ke hilir. Program WtE disebut sebagai katalis untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.

Proyek WtE Danantara

Danantara sudah mulai membangun proyek WtE. Proyek tahap pertama sedang berlangsung. Dari empat kota terpilih yang akan dibangun fasilitas WtE, tiga di antaranya sudah diumumkan pemenang tender yang akan mengelola fasilitas tersebut.

Danantara telah menetapkan pemenang tender untuk proyek WtE di Denpasar, Bogor, dan Bekasi. Nilai investasi masing-masing proyek diperkirakan berkisar antara Rp 2,5 triliun hingga Rp 2,8 triliun. Angka tersebut bernilai jumbo karena kapasitas fasilitas yang tergolong besar.

Sementara itu, untuk kota Yogyakarta, pemenang tender masih belum diumumkan. Fadli mengatakan, proses penentuan mitra di Yogyakarta masih berlangsung karena adanya sejumlah hal yang perlu dinegosiasikan. “Di Yogyakarta kita masih dalam proses pemilihan mitra. Ada beberapa hal yang terkait negosiasi,” ujar Fadli.

Ia menjelaskan, pemilihan mitra untuk proyek di Yogyakarta sangat mempertimbangkan kecepatan pembangunan. Hal ini sejalan dengan urgensi penanganan persoalan sampah di daerah tersebut.

Selanjutnya, Danantara akan membuka tender proyek WtE tahap kedua untuk 25 kota di Indonesia. Proses tender tahap kedua ini ditargetkan mulai dibuka pada bulan ini, April 2026.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?