Hukum  

Polda Metro Periksa Laporan Komedi Pandji Pragiwaksono

Penyelidikan Terkait Materi Stand-Up Comedy “Mens Rea” oleh Pandji Pragiwaksono

Polda Metro Jaya sedang melakukan penyelidikan terkait laporan yang diajukan terhadap materi komedi berjudul Mens Rea yang dibawakan oleh komika Pandji Pragiwaksono. Materi tersebut kini tayang di platform Netflix. Gelar perkara akan dilakukan setelah proses klarifikasi terhadap Pandji selesai serta seluruh fakta pendukung dinilai lengkap.

“Penyelidik akan melakukan gelar perkara untuk menilai apakah peristiwa tersebut memenuhi unsur pidana dan dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan atau tidak,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, pada Selasa (10/2/2026).

Penyelidik masih akan memeriksa sejumlah ahli sesuai bidang yang relevan guna melengkapi rangkaian penyelidikan sebelum gelar perkara dilaksanakan.

“Penyelidik akan melakukan pemeriksaan para ahli. Setelah seluruh rangkaian pengumpulan fakta dinilai cukup, baru gelar perkara,” tambah Budi.

Hingga saat ini, polisi telah memeriksa 27 orang, termasuk para pelapor, saksi-saksi pelapor, Pandji Pragiwaksono sebagai terlapor, dan saksi-saksi meringankan. Dua pembuka acara Mens Rea di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Agustus 2025, yaitu berinisial DWN dan AAD, juga telah diperiksa.

Polda Metro Jaya mencatat ada enam laporan terkait materi Mens Rea, yang kini tayang di platform Netflix. Enam laporan tersebut terdiri dari lima laporan polisi dan satu aduan masyarakat.

Pembelaan Pandji atas Tudingan Penistaan Agama

Komika Pandji Pragiwaksono diperiksa oleh Polda Metro Jaya terkait materi stand-up comedy bertajuk Mens Rea. Pemeriksaan ini dilakukan setelah lima laporan polisi dan satu aduan masyarakat ditujukan kepada Pandji atas pertunjukan yang belakangan tayang di platform Netflix.

Dalam pemeriksaan tersebut, Pandji menyampaikan sejumlah pembelaan. Ia membantah tudingan penistaan agama hingga membuka peluang damai dengan para pelapor.

Pandji Pragiwaksono diperiksa selama kurang lebih 7 jam dan selama pemeriksaan menjawab 63 pertanyaan dari penyidik kepolisian.

“Yang ditanyakan, selain soal data pribadi standar, ditanyakan nama-nama saja pelapor terhadap Pandji hingga soal penyelenggaraan,” kata kuasa hukumnya, Haris Azhar, kepada wartawan, Jumat.

Kepada penyidik, Pandji juga menanyakan identitas para pelapor dan isi laporan. Ia lantas ditunjukkan sejumlah potongan video dari media sosial TikTok berisi pertunjukan Mens Rea. Namun, Pandji tak bisa memastikan apakah video-video tersebut adalah barang bukti yang diserahkan oleh pelapor atau hanya tayangan yang disaksikan penyelidik.

“Yang ditunjukkan ke Pandji, bukan dari video utuh yang 2 jam lebih, dan bukan dari Netflix, tapi ada link-nya dari akun TikTok,” jelas Haris.

Pandji Menolak Tuduhan Penistaan Agama

Selama pemeriksaan, Pandji Pragiwaksono membantah tudingan penistaan agama yang dialamatkan kepadanya.

“Saya tidak merasa melakukan penistaan agama,” kata Pandji Pragiwaksono.

Dia menekankan bahwa pertunjukannya hanya upaya menghibur publik dan tidak mengandung niat jahat.

“Niat awal untuk menghibur masyarakat Indonesia,” ucap Pandji Pragiwaksono.

Pandji menilai, penyidik cukup kooperatif dan menghargai upaya klarifikasi ini. Meski demikian, waktu dan tempat kejadian perkara (locus et tempus) laporan dinilai tidak jelas.

“Yang menarik adalah waktu dan tempat perkaranya,” kata Haris Azhar.

Haris menyebutkan, dalam laporan, tempat kejadian perkara berlokasi di Kelurahan Gelora, Senayan, yang diduga sebagai lokasi penyelenggaraan pertunjukan Mens Rea yakni di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno. Sementara, waktu kejadiannya berlangsung 30 Agustus 2025 sampai dengan 7 Januari 2026.

Padahal, usai pertunjukan Mens Rea digelar di Indonesia Arena pada 30 Agustus 2025, panggung langsung dibongkar keesokan harinya.

Peluang Damai dengan Para Pelapor

Pandji membuka peluang damai dengan para pelapor. Jika nantinya pelapor memanggil dia untuk berdiskusi bersama terkait hal-hal yang dinilai menyinggung dalam materi Mens Rea, Pandji bersedia hadir.

“Alangkah lebih baik kalau kami duduk bareng dan mencoba untuk menyampaikan maksudnya, selalu terbuka (diskusi) kok,” ujar dia.

Menurut Pandji, laporan ini muncul akibat kesalahpahaman pemaknaan yang tidak sesuai materi kritik politik yang dikemas dalam bentuk humor itu.

“Saya selalu membuka ruang dialog dan secara historikal juga ada terlalu banyak bukti yang menunjukkan bahwa dalam sebuah kesalahpahaman atau ada ketidaksesuaian penangkapan makna dari karya seni saya,” ucapnya.

Daftar Laporan yang Diajukan Terhadap Pandji Pragiwaksono

Polda Metro Jaya mencatat ada lima laporan polisi (LP) dan satu aduan masyarakat (dumas) terkait materi komedi Pandji Pragiwaksono berjudul Mens Rea yang tayang di platform streaming Netflix.

“Ada enam laporan yang terdiri dari lima laporan polisi dan satu laporan pengaduan terhadap PP berkaitan dengan acara bertajuk Mens Rea,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi, Rabu (28/1/2026).

Laporan pertama dilayangkan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah yang diwakili oleh koordinatornya, Rizki Abdul Rahman Wahid. Laporan ini teregistrasi dalam nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tanggal 8 Januari 2026.

Dua hari kemudian, laporan kedua menyusul dalam bentuk aduan masyarakat dari seorang berinisial BU. Sepekan berlalu, pelapor atas nama FW ikut bergabung dalam barisan pelapor Pandji bersama Rizki, Jumat (16/1/2026). Keesokan harinya, seorang pemuka agama dari Front Pembela Islam, Ustadz Habib Novel Chaidir Hasan atau Novel Bamukmin, melaporkan Pandji. Terbaru, Majelis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten melalui pengurusnya, Sudirman, ikut melaporkan Pandji. Pada hari yang sama, pelapor berinisial F juga turut membuat laporan polisi dengan substansi yang sama.

Budi menyampaikan, keenamnya melaporkan materi Pandji dengan dugaan penghasutan dan penghinaan agama yang diatur Pasal 300 dan atau Pasal 301 dan atau Pasal 242 dan atau Pasal 243 KUHP baru, serta Pasal 28 UU ITE.

Sejauh ini sudah dilakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan saksi sebanyak 10 orang.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?