Hukum  

Pesawat ATR 42-500 Jatuh, Helikopter Lanud Sultan Hasanuddin Terbang di Atas Leang-leang

Operasi Pencarian Pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak di Maros dan Pangkep

Operasi pencarian pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), terus berlangsung dengan melibatkan ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, serta pemerintah daerah. Tim SAR menggandeng berbagai peralatan canggih untuk mempercepat proses pencarian dan menjamin keselamatan personel.

Personel Gabungan dan Peralatan Pendukung

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyampaikan bahwa total personel yang terlibat dalam operasi mencapai 476 orang. Mereka berasal dari berbagai unsur seperti TNI, Polri, pemerintah daerah, serta organisasi SAR lainnya.

“Helikopter milik Lanud Sultan Hasanuddin digunakan untuk melakukan penyisiran di titik-titik koordinat yang telah kami plotkan sebelumnya,” jelasnya. Selain itu, tim SAR juga membawa peralatan pendukung seperti peralatan evakuasi dan elektrifikasi. Jika diperlukan, logistik akan dijatuhkan dari udara.

Untuk mendukung komunikasi di lokasi yang sulit dijangkau sinyal, tim menggunakan perangkat khusus seperti Starlink portable dan handy talky (HT). Dengan alat ini, komunikasi tetap bisa berjalan meskipun di area terpencil.

Pembagian Sektoral dan Penggunaan Drone

Tim pencarian dibagi ke dalam lima sektor guna memaksimalkan area penyisiran. Setelah tim tiba di puncak, drone akan diterbangkan untuk melakukan asesmen awal dan melihat kondisi di bawah. Metode penurunan personel ke dasar jurang masih dalam pengkajian karena medan cukup ekstrem.

Penemuan Serpihan Pesawat

Sebelumnya, tim SAR gabungan berhasil menemukan serpihan pesawat. Penemuan pertama terjadi pada pukul 07.46 WITA, yaitu bagian window pesawat dalam kondisi kecil di koordinat 04°55’48” LS – 119°44’52” BT.

Pada pukul 07.49 WITA, tim menemukan bagian badan pesawat berukuran besar. Selanjutnya, pada pukul 07.52 WITA, bagian puntak pesawat terbuka dan ditemukan bagian ekor pesawat di sebelah selatan lereng bawah lokasi kejadian.

Penemuan tersebut menjadi petunjuk penting dalam mempersempit area pencarian. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyatakan bahwa tim fokus pada pengamanan lokasi, pendataan temuan, serta penyesuaian taktik operasi sesuai dengan kondisi medan.

Medan yang Menantang

Medan lokasi kejadian cukup menantang dan memerlukan dukungan peralatan khusus. Beberapa titik berada di area lereng dan membutuhkan peralatan mountaineering. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama dalam menjalankan operasi ini.

Lokasi Kejadian dan Akses

Berdasarkan data awal AirNav Indonesia, posisi terakhir pesawat berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, dengan koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur. Kawasan hilangnya pesawat yang dipiloti kapten senior, Andy Dahananto (53 tahun), berada di kawasan pegunungan karst Gunung Bulusaraung perbatasan Maros – Pangkep dan Bone.

Gunung Bulusaraung memiliki ketinggian 1.353 Meter Dari Permukaan Laut (MDPL). Kawasan ini berjarak sekitar 21 km sebelah timur Pangkajene, ibu kota Pangkep, dan sekitar 26 km tenggara Maros. Kawasan ini masuk Taman Nasional Bantimurung dan hutan vegetasi basah Karaengta.

Akses ke kawasan pendakian favorit anak pencinta alam ini bisa dari kawasan Leang-leang, Jalan Poros Maros – Bone. Dari Pangkep bisa diakses dari Jalan Poros Makassar – Pangkep km 49, melewati eks Pabrik Semen Tonasa 1 di Balocci ke timur.

Operasi Terus Berlangsung

Hingga saat ini, operasi SAR masih terus berlangsung dan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan secara resmi sesuai hasil di lapangan.


Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?