Penyelidikan Kematian Lula Lahfah Diselesaikan
Kepolisian akhirnya menyelesaikan penyelidikan terkait kematian Lula Lahfah, kekasih Reza Arap. Setelah melakukan berbagai pemeriksaan dan pengumpulan bukti, polisi menyatakan bahwa Lula tidak meninggal karena overdosis. Penyebab kematian Lula pun akhirnya terungkap setelah sepekan ia ditemukan meninggal di kamar apartemennya di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/1/2026).
Penyelidikan dilakukan dengan metode investigasi ilmiah (scientific investigation), mengingat pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jasad Lula. Sejumlah barang bukti dikumpulkan, termasuk rekaman CCTV, obat-obatan, surat rawat jalan, vape beserta cairannya, sprei dengan bercak darah, hingga tabung gas bermerek Whip Pink. Seluruh barang bukti kemudian diperiksa di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri guna membantu mengungkap penyebab kematian Lula.
Selain itu, polisi juga memeriksa 15 saksi untuk menyusun rangkaian aktivitas Lula sebelum ditemukan meninggal dunia. Keterangan para saksi dicocokkan dengan temuan di lapangan hingga tersusun kronologi peristiwa sebelum Lula meninggal.
Jejak Terakhir Lula
Jejak terakhir Lula ditelusuri melalui rekaman CCTV. Pada Kamis (22/1/2026) pukul 15.18 WIB, Lula bersama temannya, VA, terlihat turun dari lantai 25 apartemen. Keduanya kemudian pergi ke sebuah restoran di wilayah Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Rekaman CCTV restoran menunjukkan mereka tiba sekitar pukul 16.09 WIB dan meninggalkan lokasi pukul 17.40 WIB.
Mereka kembali ke apartemen dan naik ke lantai 25 pada pukul 18.42 WIB. Rekaman CCTV lift kemudian memperlihatkan Lula turun lagi bersama asistennya, Cindy, pada pukul 19.37 WIB. Keduanya pergi ke Rumah Sakit Pondok Indang untuk pemeriksaan kesehatan. Keberadaan Lula di rumah sakit terekam sekitar pukul 22.00 WIB.
Sementara itu, pergerakan asisten rumah tangga (ART) Lula, Asiah, juga terekam CCTV. Ia turun ke lantai dasar pukul 21.58 WIB dan kembali naik pukul 22.00 WIB sambil membawa sebuah tabung gas yang dibungkus plastik. Pada pukul 22.51 WIB, Lula kembali ke unit apartemennya dan naik ke lantai 25 bersama Cindy. Setelah itu, keberadaan Lula tidak lagi terekam kamera pengawas.
Penemuan Jenazah
Keesokan harinya, Lula tidak terlihat beraktivitas seperti biasa. Asiah mulai curiga karena Lula biasanya sudah berolahraga pada pagi hari. Rekaman CCTV menunjukkan Asiah turun ke lobi apartemen sekitar pukul 17.30 WIB untuk meminta bantuan petugas keamanan. Pada pukul 17.44 WIB, teknisi dan petugas keamanan naik ke lantai 25 untuk membuka paksa pintu kamar Lula. Tiga menit kemudian, pintu berhasil dibuka dan Lula ditemukan terbaring di kasur dalam kondisi tubuh kaku dengan bibir membiru.
Saat itu, sopir pribadi Lula, R, turut hadir. Bersama Asiah, keduanya panik. Mereka mulai menghubungi kerabat-kerabat Lula, termasuk asisten pribadinya bernama Cindy dan temannya, VA. Kekasih Lula, Reza Arap, juga dihubungi. Rekaman CCTV menunjukkan Reza tiba di apartemen sekitar pukul 19.21 WIB bersama seorang dokter yang diminta datang untuk memeriksa kondisi Lula.
Barang Bukti yang Ditemukan
Setelah Lula ditemukan meninggal, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menyita sejumlah barang bukti. Salah satu temuan yang menjadi perhatian publik adalah tabung gas tertawa atau Nitrous Oxide (N2O) bermerek Whip Pink. Tabung tersebut ditemukan di kamar asisten Lula, Asiah, di sudut ruangan dekat tumpukan barang. Polisi juga menemukan 44 butir obat-obatan di kamar Lula, serta vape dan cairannya. Selain itu, sprei dan tisu dengan bercak darah turut diamankan.
Surat Keterangan Kematian
Di jagat maya, penemuan jasad Lula sempat dihebohkan dengan tersebarnya surat keterangan kematian yang diterbitkan klinik asal Depok, Jawa Barat. Dokter yang mengeluarkan surat tersebut, Rizky Nirwandi Putra, menjelaskan surat itu dibuat karena izin praktiknya terdaftar di klinik tersebut. Saat itu, Rizky datang atas panggilan asisten Lula, Cindy dengan layanan homecare. Lalu, Rizky memeriksa kondisi Lula yang sudah kaku.
Penyelidikan Dihentikan
Setelah seluruh rangkaian penyelidikan dilakukan dan tidak ditemukan unsur pidana, polisi resmi menghentikan penyelidikan kasus kematian Lula. Meski demikian, polisi menegaskan akan tetap menelusuri peredaran dan penyalahgunaan gas N2O yang ditemukan dalam kasus ini. Mabes Polri bersama Kementerian Kesehatan dan BPOM juga tengah membahas kemungkinan regulasi baru untuk mengawasi penyalahgunaan gas tertawa di masyarakat.












