Hukum  

Anak Sudrajat Akhirnya Beri Penjelasan Soal Tuduhan Ayahnya Bohong tentang Rumah

Keluarga Suderajat Beri Penjelasan Mengenai Kondisi Ayahnya

Anak dari pedagang es gabus bernama Suderajat (49) akhirnya memberikan penjelasan terkait tuduhan yang menyebut ayahnya berbohong. Penjelasan ini dilakukan setelah munculnya reaksi keras dari publik terhadap peristiwa yang menimpa ayahnya.

Suderajat sebelumnya viral karena dituduh menggunakan bahan baku spons dalam es gabus yang dijualnya di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat. Kejadian tersebut memicu trauma pada dirinya dan membuat mentalnya tertekan. Setelah beberapa waktu, keluarga akhirnya buka suara untuk meluruskan informasi yang beredar.

Sang anak, Andi, menjelaskan bahwa pernyataan ayahnya saat diwawancarai oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tidak sepenuhnya jujur. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah upaya untuk menipu, melainkan akibat gangguan kejiwaan yang dialami oleh ayahnya pasca-trauma.

Kondisi Kesehatan Mental Suderajat

Andi mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan mental Suderajat terindikasi mengalami gangguan pasca-kejadian viral tersebut. Hasil diagnosis sementara didasarkan pada tinjauan awal pihak Kecamatan Bojonggede. Menurut penjelasan Andi, kondisi ini memengaruhi kemampuan komunikasi secara verbal Suderajat.

“Kondisi gangguan tadi menyebabkan komunikasi secara verbal terhadap yang bersangkutan menjadi terbatas dan ada kesulitan,” ujar Andi. Ia juga menyampaikan permintaan maaf atas ketidakpuasan yang muncul dari publik.

Selain itu, Kecamatan Bojonggede juga memberikan penjelasan serupa. Camat Bojonggede, Tenny Ramdhani, menjelaskan bahwa hasil asesmen lintas instansi menunjukkan adanya indikasi disabilitas mental pada Suderajat dan istrinya. Perilaku mereka yang sering memberikan jawaban berubah-ubah saat ditanya bukan semata-mata karena bohong, melainkan akibat gangguan mental pascatrauma.

Penjelasan Terkait Rumah yang Dianggap Berbohong

Andi juga meluruskan pernyataan ayahnya mengenai rumah yang dinilai sebagai kebohongan. Suderajat menjelaskan bahwa dirinya dan keluarga tinggal mengontrak bukan memiliki rumah pribadi. Saat ini, mereka menempati rumah kontrakan sejak Desember 2025 karena rumah pribadi sedang direnovasi melalui program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Beliau memang punya rumah tapi sedang proses perbaikan atau renovasi melalui program RTLH. Proses renovasi sudah berjalan sejak Desember 2025,” ungkap Andi.

Awal Mula Viral dan Kronologi Diintimidasi

Suderajat juga menceritakan kronologi kejadian sebelum dirinya mendapatkan intimidasi. Menurutnya, ada seorang anak perempuan yang membeli dagangannya. Anak tersebut baru pertama kali membeli es kue miliknya.

“Anaknya polisi cewek beli, terus dibejek-bejek, kata dia dari spons bedak,” tutur Suderajat. Padahal, ia telah meyakinkan sang anak bahwa es yang dijualnya adalah asli.

Setelah itu, beberapa oknum aparat datang dan langsung menginterogasinya. “Datang 10 orang, saya ditonjok, ‘ngaku gak lu, ngaku gak lu’. Saya udah ngomong, tapi budek dia,” katanya kesal.

Es kue dagangannya juga turut diperiksa. “Dibawa ke kantor polisi, baru dipulangin jam 3 subuh. Es nya dites, ternyata asli. Terus pada minta maaf ke saya, sampe suduj di kaki,” tuturnya.

Nasib Serda Heri dan Aiptu Ikhwan

Nasib berbeda dialami polisi dan tentara yang viral karena menuduh Suderajat menggunakan bahan spons. Jika Babinsa Kelurahan Utan Kayu, Serda Heri dihukum dan ditahan selama 21 hari, tidak demikian halnya dengan Bhabinkamtibmas bernama Aiptu Ikhwan. Ikhwan dinyatakan tidak bersalah berdasarkan pemeriksaan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam).

Serda Heri Dihukum

Serda Heri kini ditahan di Kodim 0501/Jakarta Pusat. Penahanan ini diterima usai Serda Heri menjalani sidang hukuman disiplin. Hukuman yang dijatuhkan berupa penahanan maksimal 21 hari dan sanksi administratif sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan TNI AD.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?