Konflik Inara Rusli dan Virgoun: Hak Anak yang Terabaikan
Kisah perselisihan antara selebgram Inara Rusli dan mantan suaminya, Virgoun, kembali memanas. Masalah ini bermula dari tindakan Virgoun yang dianggap sepihak dalam mengambil alih pengasuhan tiga anak mereka. Kini, ketiga anak tersebut tinggal bersama Virgoun, sementara Inara merasa dilarang untuk bertemu atau bahkan berkomunikasi dengan anak-anaknya.
Sebelumnya, Inara Rusli terseret masalah hukum setelah dipolisikan atas dugaan perselingkuhan dan perzinaan dengan seorang pria beristri. Meskipun begitu, hak asuh anak sebenarnya masih berada di tangan Inara setelah keduanya bercerai akhir 2023 lalu.
Tindakan Virgoun yang Menyulitkan Inara
Menurut kuasa hukum Inara, Herlina, Virgoun membawa anak-anak tanpa izin Inara pada tanggal 22 November 2025. Hal ini membuat Inara merasa tidak bisa lagi menjalankan perannya sebagai ibu. Ia juga mengaku dihalangi untuk menemui ketiga anaknya, bahkan akses untuk video call pun dibatasi.
Herlina menambahkan bahwa nenek dari anak-anak Inara juga tidak diberi kesempatan untuk melihat atau menjenguk cucunya. Ini menjadi salah satu poin yang membuat Inara sangat keberatan terhadap tindakan Virgoun.
Masalah Kesehatan dan Penggunaan Media Sosial
Selain itu, Inara juga menyampaikan kekhawatiran terkait kondisi kesehatan anak-anaknya. Diketahui, anak-anaknya sudah batuk selama sebulan dan belum kunjung sembuh. Batuk ini diduga disebabkan oleh paparan asap rokok yang terjadi di rumah tempat mereka tinggal.
Herlina juga menyebutkan bahwa anak-anak diberikan akses internet tanpa batasan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran karena anak-anak mungkin terpapar konten yang tidak sesuai usia.
Dampak Psikologis terhadap Anak
Masalah lain yang diangkat adalah dampak psikologis terhadap anak-anak. Berdasarkan laporan psikotes dari psikolog anak, kondisi psikis dan kesehatan anak-anak menurun secara signifikan. Hal ini diperparah oleh adanya berita hoaks atau hate speech yang disampaikan oleh ibu Virgoun, Eva Manurung, terhadap Inara.
Peringatan dari Komnas PA
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) memberikan peringatan keras terhadap kedua belah pihak. Ketua Umum Komnas PA, Agustinus Sirait, menegaskan bahwa kepentingan anak harus menjadi prioritas utama dalam konflik orang tua.
Agustinus menyoroti pentingnya komunikasi antara anak dan kedua orang tuanya. Ia menilai tindakan Virgoun yang membatasi akses Inara ke anak-anak sebagai bentuk egoisme yang merugikan perkembangan anak.
“Setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan kasih sayang baik dari ayah maupun dari ibu. Itu yang perlu dicamkan,” ujar Agustinus.
Perspektif Inara tentang Pengasuhan Anak
Dalam diskusi dengan Komnas PA, Inara menyatakan bahwa ia memberikan akses yang sangat longgar kepada Virgoun agar anak-anak dapat merasa nyaman. Ia bahkan mempersilakan Virgoun untuk menginap di rumahnya agar anak-anak bisa berkumpul dengan ayahnya.
Namun, tindakan sebaliknya justru dilakukan oleh Virgoun, yang membuat anak-anak kehilangan figur ibunya sementara waktu. Hal ini sangat disayangkan oleh Komnas PA.












