Ammar Zoni dan Peristiwa Pembentakan di Pengadilan
Pada sidang kasus dugaan peredaran narkoba yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Ammar Zoni sempat mengalami momen yang menimbulkan sorotan publik. Insiden ini terjadi setelah saksi yang seharusnya meringankan nasib Ammar tidak hadir di persidangan. Akibatnya, Ammar merasa kecewa dan menyalahkan Kamelia, kekasihnya, karena dinilai tidak mendampingi saksi tersebut.
Peristiwa ini berlangsung di ruang sidang, dan setelah sidang berakhir, Ammar tampak membentak Kamelia di area pengadilan. Hal ini membuat Kamelia merasa kecewa hingga menangis. Meski begitu, kuasa hukum Ammar Zoni, Jon Mathias, memberikan penjelasan bahwa hubungan antara kliennya dengan Kamelia sebenarnya tidak bermasalah.
Penjelasan Kuasa Hukum
Jon Mathias menjelaskan bahwa Ammar dan Kamelia memiliki hubungan yang baik selama ini. Ia juga menyampaikan bahwa Kamelia telah banyak membantu dalam proses hukum yang sedang dihadapi oleh Ammar. “Sebenarnya tidak ada masalah. Selama ini kami juga memahami bahwa Ibu dokter memang banyak membantu,” ujar Jon.
Namun, Jon menilai bahwa situasi perkara yang kini telah memasuki tahap penting membuat Ammar ingin lebih berhati-hati dalam menyikapi berbagai pernyataan yang muncul di publik. “Karena itu, Ammar tidak ingin lagi ada komentar-komentar dari pihak lain yang mungkin tidak ia sukai,” jelasnya.
Jon juga menegaskan bahwa pernyataan tersebut bukan dimaksudkan untuk melarang pihak tertentu berbicara, melainkan agar informasi yang beredar lebih tertata. “Kalau dipertegas, bukan berarti tidak boleh, tetapi kami sebagai pihak Ammar hanya menyampaikan hal tersebut kepada media. Tujuannya agar semuanya bisa lebih tertata.”
Reaksi Kamelia
Setelah sidang, Ammar diketahui membentak kekasihnya di depan banyak orang. Mulanya, Kamelia memanggilnya. “Ayang, ayang,” panggil Kamelia seolah memperingatkannya. Tiba-tiba, Ammar membalas panggilan itu dengan nada tinggi dan marah. “Bukan, bukan, Ay!” bentak Ammar.
Beberapa orang nampak memperingatkan Ammar untuk tak membentak kekasihnya. “Eh nggak boleh marah-marahan. Kenapa?” tegur seorang wanita yang diketahui jaksa dalam kasus Ammar. Sementara seorang wanita yang diduga kerabat Ammar mengingatkannya. “Puasa, puasa,” ujarnya mengelus punggung Ammar.
Ammar terlihat tertawa tipis dan menyangkal amarahnya. “Enggak, enggak, enggak. Enggak, enggak, maksudnya,” ucapannya terputus saat hendak menjelaskan sesuatu. Usai respons kasar itu, Kamelia bergegas menuju mobilnya.
Meski berjalan cepat meninggalkan sang kekasih, dokter Kamelia masih berusaha menjawab sejumlah pertanyaan wartawan. Wajahnya terlihat muram. Tak seperti biasanya, Kamelia nampak jelas kecewa dengan Ammar. Dia menjelaskan alasan mantan suami Irish Bella itu sempat cekcok kecil dengannya.
“Ada komitmen yang harus Bang Ammar jalani dengan saya, tapi dia melanggarnya. Kalau dia melanggarnya ya udah,” ungkap Kamelia kecewa. Ibu satu anak itu turut mengurai alasan Ammar melontarkan nada tinggi pada Kamelia. “Oh, iyalah. Bang Ammar sangat takut, sangat takut kalau saya meninggalkan dia. Jadi harus paham ya, yang dekat-dekat sama Bang Ammar.”
Kelelahan dan Kekesalan Kamelia
Kamelia merasa perlu mengungkapkan fakta di balik kasus narkoba aktor tersebut. “Aku yang tahu. Tiap hari aku kunjungan ke dia, aku tahu bagaimana di dalam keadaannya, aku tahu gitu loh.” “Aku tahu bagaimana Bang Ammar yang bener-bener berubah, dikasih lagi barang, aku tahu,” tegasnya.
Kekecewaan Kamelia makin menjadi lantaran dirinya tidak diperbolehkan menjadi saksi. “Tapi sayangnya aku tiap hari ngehadirin sidang, enggak boleh jadi saksi katanya. Jadi aku tahu perubahan Bang Ammar yang sudah banyak. Jauh berubah gitu,” seloroh Kamelia.
Ia bahkan menyinggung kemungkinan meninggalkan duda Irish Bella itu. “Kalau aku tinggalin, siapa lagi yang bisa ngasih info. Tahu gini loh masalahnya. Jadi cuma itu capeknya,” tandasnya sembari menyeka air matanya dengan tisu. “Cuma kalau aku tinggalin siapa lagi yang mau ngurusin dia?” imbuh Kamelia.
Pihaknya kini memilih pasrah dengan sidang putusan yang akan segera digelar. “Alhamdulillah ini udah selesai, tinggal tunggu putusan. Serahin aja semua sama Allah,” tutupnya.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”












