Hukum  

Ibu Napi Narkoba Diperbolehkan Ajak Anak 10 Bulan Rayakan Lebaran di Penjara

Perjalanan Seorang Napi Narkoba di Balik Jeruji Selama Momen Lebaran

Di tengah suasana Lebaran yang biasanya penuh kegembiraan, ada seorang ibu napi kasus narkoba yang harus menghabiskan hari raya tersebut di dalam sel penjara. Ia dikenal sebagai A, seorang warga binaan yang baru saja melahirkan bayinya yang berusia 10 bulan. Meski terlihat tegar, ia tak bisa menyembunyikan kesedihan akibat harus terpisah dari dua anak lainnya yang kini diasuh oleh kakek dan nenek di kampung halamannya.

A menuturkan bahwa ia telah menjalani masa pembinaan selama 19 bulan. Anaknya lahir dan tinggal bersamanya di dalam sel karena masih membutuhkan ASI eksklusif. “Tidak ada yang bisa menjaga jika harus terpisah jauh,” katanya.

Kerinduan terhadap keluarga menjadi motivasi utamanya untuk segera menyelesaikan masa hukumannya. “Harapan saya ke depannya, saya ingin cepat pulang dan berkumpul kembali dengan keluarga,” ujarnya.

Pihak Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya memberikan kebijakan khusus kunjungan selama empat hari masa Lebaran. Kunjungan dibuka dalam dua sesi, pagi dan siang hari, dengan batasan jumlah pengunjung maksimal tujuh orang per kunjungan. Kepala Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya, Yuyun Nurliana, menegaskan bahwa prosedur keamanan tetap menjadi prioritas utama. Setiap pengunjung wajib melewati skrining ketat sebelum memasuki area lapas.

Wisata Alam Jadi Pilihan Liburan Lebaran

Libur Lebaran tidak selalu identik dengan pusat perbelanjaan atau perjalanan jauh ke luar kota. Bagi sebagian warga Surabaya, kembali ke alam menjadi pilihan untuk mengisi waktu bersama keluarga. Salah satu destinasi yang kini ramai dikunjungi adalah Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar.

Sejak dibuka pada 22 Maret, kawasan wisata ini mulai dipadati pengunjung. Pada hari ketiga operasional, jumlah kunjungan tercatat stabil di angka 125 hingga 150 orang per hari. Kawasan ini buka mulai pukul 06.30 hingga 16.00 WIB, memberi kesempatan pengunjung menikmati suasana pagi yang sejuk hingga sore hari.

Teguh, staf operasional UPT Kebun Raya Mangrove, mengatakan bahwa minat masyarakat terhadap wisata alam terus meningkat, terutama saat momen libur panjang seperti Lebaran. Ia menyebutkan, wahana perahu susur sungai masih menjadi favorit karena memberikan pengalaman menyatu dengan alam.

Selain perahu, pengunjung juga bisa mencoba mobil golf, sepeda air, hingga ATV. Keberadaan satwa seperti monyet dan biawak, serta aviari di tengah jogging track, menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi anak-anak.

Lina Indraswari, warga Peneleh Surabaya, mengaku sengaja memilih tempat ini untuk mencari suasana berbeda. “Liburan di kota Surabaya tapi bisa kembali ke alam. Sudah bosan ke mal, dan kalau ke pantai terlalu panas,” katanya.

Rudi Santoso, warga Geluran, Sidoarjo, juga merasakan hal serupa. Ia memilih datang pagi hari agar bisa menikmati udara segar bersama keluarganya. “Enak ke sini pagi-pagi, udaranya masih segar. Anak-anak juga senang karena bisa lihat hewan langsung, tidak cuma dari televisi,” katanya.

Harga tiket masuk tetap terjangkau selama libur Lebaran, yakni Rp15 ribu per orang, sama seperti tarif akhir pekan. Pihak UPT Kebun Raya Mangrove juga terus mempromosikan wisata alam di wilayah Surabaya Timur ini melalui unggahan Instagram @kebunrayamangrove.


Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?