Hukum  

Polisi Amankan Wanita Tanpa Busana yang Ludahi Al Quran, MUI Banyuwangi Beri Apresiasi

Penanganan Kasus Dugaan Pelecehan Al Quran di Banyuwangi

Polisi telah mengamankan seorang wanita yang diduga melecehkan Al Quran. Video yang menunjukkan tindakan tersebut viral di media sosial, dan kini kasus ini ditangani langsung oleh penyidik di Polda Jatim.

Wanita yang diamankan tersebut merupakan anak di bawah umur berusia 17 tahun dan merupakan warga Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur. Dalam video yang beredar, ia tampak memegang kitab suci Al Quran dengan hanya berkerudung namun tanpa busana lain. Ia lalu meludahi Al Quran dan memelesetkan bacaannya dengan kata-kata seronok. Tindakan tersebut membuat banyak orang gerah dan memicu reaksi keras dari masyarakat.

Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyuwangi mengapresiasi langkah cepat Polresta Banyuwangi dalam menangkap wanita yang diduga melecehkan Al Quran. Sekretaris Umum MUI Banyuwangi, Barur Rohim, menyampaikan rasa terima kasih atas penanganan kasus ini. Menurutnya, kasus seperti ini tidak boleh dibiarkan karena bisa ditiru oleh yang lain.

Barur Rohim juga berharap situasi damai dan kondusif di Banyuwangi tidak terganggu akibat ulah dari seseorang atau kelompok yang tidak bertanggung jawab. Ia menekankan bahwa kehidupan beragama di Banyuwangi terjalin damai dan cukup kondusif, sehingga perlu dijaga agar tidak terganggu oleh tindakan-tindakan negatif.

Lebih jauh, Barur berpesan agar penanganan gadis tersebut dilakukan dengan proposional. Mengingat, ia masih berusia di bawah umur, pendekatan edukatif harus lebih dikedepankan dibandingkan hukuman. “Butuh bimbingan lebih,” ujarnya. MUI Banyuwangi juga menyatakan kesiapannya untuk melakukan pembinaan lebih jauh terhadap terduga penistaan agama tersebut.

Penjelasan dari Pihak Kepolisian

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, membenarkan bahwa aparat telah mengamankan perempuan viral yang diduga melecehkan Al Quran. Perempuan dalam video tersebut adalah anak di bawah umur berusia 17 tahun dan merupakan warga Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Menurut Rama, perempuan itu telah diamankan pada 24 November 2025 lalu. Video remaja itu juga telah beredar lama, yakni sekitar bulan November 2025.

“Kasus dilimpahkan ke Polda Jatim,” kata Rama, Selasa (9/12/2025). Dengan demikian, perkembangan dari kasus tersebut ditangani langsung oleh penyidik di Polda Jatim. Termasuk terkait motif perempuan tersebut yang diduga melecehkan Al Quran.

Terkait adanya kasus ini, kepolisian meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial. Pihaknya meminta agar media sosial digunakan untuk hal-hal positif, alih-alih memakainya untuk kegiatan yang bermuatan buruk dan merugikan.

Video Viral yang Memicu Kecaman

Video wanita tanpa busana meludahi Al Quran viral di media sosial. Video tak pantas tersebut awalnya diunggah oleh akun X @dhemit_is_back. Dalam video viral tersebut, si wanita tersebut tampil tanpa busana tetapi menutupi kepalanya menggunakan hijab pasmina hitam. Ia terlihat meludahi Al Quran tersebut beberapa kali.

Tidak sampai di sana, kemudian wanita itu berbicara dan menyebut bahwa Al Quran tersebut barang sok suci. “Ini tuh barang sok suci ya,” ucapnya. Ironinya, setelah mengucapkan kata-kata tersebut, wanita tersebut seolah melantunkan Al Quran tersebut dengan menyelipkan kata-kata tak pantas. Setelah itu, ia kembali meludahi Al Quran dengan wajah datar.

Pengunggah @dhemit_is_back menyebut dugaan lokasi wanita membuat video meludahi Al Quran tanpa busana itu berada di wilayah Jawa Timur. “Halo @CCICPolri mohon atensinya, terutama wilayah Jawa Timur, kalau kami spill, takut massa yang bergerak,” tulis keterangan dalam unggahan itu.

Sontak video wanita meludahi Al Quran tanpa busana itu viral dan dikecam netizen. Tak sedikit netizen yang mempertanyakan kejiwaan wanita yang diduga masih berusia muda tersebut. Ada juga netizen yang merasa prihatin.


Rafitman

Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?