Hukum  

Kepala Imigrasi Batam dan Kakanwil Kepri Dipecat Usai Kasus Pungli WNA

Kepala Imigrasi di Batam dan Kepri Dipecat Akibat Praktik Pungli

Praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum petugas imigrasi terhadap warga negara asing (WNA) di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menjadi perhatian besar dari berbagai pihak. Insiden ini tidak hanya menimbulkan kontroversi, tetapi juga berujung pada pencopotan jabatan sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Kantor Imigrasi.

Beberapa hari setelah kasus ini viral di media sosial, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Imigrasi Provinsi Kepulauan Riau dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam resmi dicopot dari jabatannya. Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Nomor M.IP-164.SA.03.04 Tahun 2026 yang dikeluarkan pada 7 April 2026.

Dalam keputusan tersebut, Kakanwil Imigrasi Kepri Ujo Sutojo dipindahkan sebagai Analis Keimigrasian Madya di Direktorat Jenderal Imigrasi. Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam Hajar Aswat dialihkan ke jabatan nonmanajerial sebagai Analis Keimigrasian Ahli Madya.

Penyebab Pencopotan Jabatan

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyatakan bahwa pemberhentian jabatan dilakukan dalam rangka meningkatkan efektivitas dan optimalisasi kinerja organisasi. Selain itu, pihak kementerian juga menerbitkan keputusan lanjutan Nomor M.IP-165.SA.03.03 Tahun 2026 terkait rotasi dan pengangkatan sejumlah pejabat baru untuk mengisi posisi strategis.

Dalam keputusan tersebut, Wahyu Eka Putra diangkat sebagai Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Batam. Sementara Guntur Sahat Hamonangan, yang sebelumnya menjabat Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Provinsi Sumatera Selatan, dipindahkan menjadi Kakanwil Imigrasi Provinsi Kepri.

Sekretaris Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Asep Kurnia, melantik sejumlah pimpinan tinggi pratama di Jakarta, Kamis (9/4/2026). Ia menjelaskan bahwa rotasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk menyegarkan struktur dan memperkuat peran strategis unit kerja.

“Penempatan pejabat yang kompeten dan berintegritas diharapkan mampu mendorong peningkatan kinerja organisasi sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik,” jelasnya.

Kasus Viral di Media Singapura

Kasus ini mencuat setelah viralnya pengakuan warga negara asing asal Singapura berinisial AC dan NAY yang juga dimuat di media Singapura. Dugaan pungli dilakukan oleh petugas berinisial JS yang bertugas di Pelabuhan Internasional Batam Center.

Berdasarkan data penumpang dan rekaman CCTV pada 14 Maret 2026, korban NAY sempat diminta menunggu hingga dua jam sebelum didekati pria diduga calo berinisial AS. AS kemudian menawarkan bantuan untuk mempercepat proses pemeriksaan. Setelah berkomunikasi, AS menemui JS untuk membantu mempercepat proses masuk ke Indonesia.

Dari situ, korban diminta membayar 100 dollar Singapura per orang. Setelah proses tawar-menawar, disepakati pembayaran sebesar 250 dollar Singapura. Uang tersebut kemudian dibagi, dengan JS menerima 150 dollar Singapura dan AS sebesar 100 dollar Singapura.

Pengakuan Korban

Sementara wisatawan asal Singapura berinisial AC juga mengaku menjadi korban pungli saat tiba di Batam pada 13 Maret 2026. Dalam keterangannya, AC bersama pasangannya dituduh bersikap tidak sopan setelah berpindah antrean ke jalur autogate yang kosong. Keduanya kemudian dibawa petugas ke ruang pemeriksaan tertutup setelah paspor mereka disita.

Di dalam ruangan tersebut, korban mengaku mengalami intimidasi dan diminta sejumlah uang agar dapat dilepaskan. Praktik ini disebut berlangsung sistematis sehingga korban merasa tidak memiliki pilihan untuk menolak.

Korban dari Berbagai Negara

Sejumlah wisatawan dari berbagai negara seperti Malaysia, China, Filipina, hingga Bangladesh juga disebut mengalami kejadian serupa. Bahkan, salah satu korban dilaporkan telah menyampaikan pengaduan resmi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan pungli dan intimidasi tersebut.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?